Pertamina dan Instansi Lintas Sektor Pantau Penyaluran BBM Subsidi di Ambon

  • 18 Jun 2026 17:49 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula– Pertamina Patra Niaga bersama sejumlah instansi pemerintah dan aparat penegak hukum melakukan pemantauan langsung terhadap ketersediaan serta penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Kota Ambon, Maluku, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon, Dinas Perhubungan Kota Ambon, serta Kepolisian Resor Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Pemantauan dilakukan sebagai bagian dari sinergi lintas sektoral untuk memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan serta mencegah potensi penyalahgunaan oleh oknum yang dapat merugikan masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, mengatakan pihaknya terus memastikan ketersediaan BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, di seluruh SPBU.

"Pertamina terus memastikan ketersediaan BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, di seluruh SPBU agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik," ujar Ispiani dalam keterangannya.

Menurut dia, untuk menjaga keandalan pasokan, distribusi BBM dari terminal BBM ke SPBU dilakukan secara optimal, termasuk pada malam hingga dini hari.

Dengan langkah tersebut, stok seluruh produk BBM diharapkan tetap terjaga sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lancar.

Selain memastikan ketersediaan pasokan, Pertamina juga menekankan pentingnya kepatuhan SPBU terhadap standar operasional prosedur (SOP) pelayanan dan penyaluran BBM, khususnya untuk produk subsidi.

Ispiani menegaskan bahwa penyaluran Pertalite dan Solar subsidi wajib menggunakan sistem QR Code Subsidi Tepat sesuai ketentuan yang berlaku.

"Untuk BBM subsidi, aturannya sudah jelas. Ada penerapan QR Code Subsidi Tepat baik untuk Pertalite maupun Solar, dan SPBU wajib melaksanakan ketentuan ini," katanya.

Ia menambahkan, Pertamina akan melakukan pembinaan apabila ditemukan SPBU yang tidak menjalankan ketentuan tersebut. Sementara itu, penanganan terhadap konsumen yang terindikasi melakukan pelanggaran akan diserahkan kepada pihak berwenang sesuai bentuk pelanggaran yang ditemukan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon, Herman Semmy Tetelepta, mengatakan hasil pengecekan di SPBU 83.971.01 Pohon Pule menunjukkan kondisi penyaluran BBM masih berjalan kondusif.

Meski demikian, pihaknya mencatat adanya peningkatan konsumsi pada sejumlah produk BBM subsidi.

"Kita melihat ada sedikit perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap BBM subsidi. Karena itu, pengecekan dan inspeksi mendadak lintas sektoral menjadi penting untuk memastikan kecukupan dan ketersediaan stok di SPBU," ujar Herman.

Ia menegaskan bahwa pengawasan bersama akan terus dilakukan secara berkala guna meminimalkan potensi penyalahgunaan BBM subsidi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Menurut Herman, berbagai modus penyalahgunaan seperti penggunaan tangki kendaraan yang dimodifikasi, pelat nomor palsu, hingga penggunaan lebih dari satu barcode subsidi berpotensi merugikan masyarakat yang berhak menerima BBM bersubsidi.

"BBM subsidi disediakan untuk masyarakat yang berhak. Jangan sampai tindakan oknum dengan berbagai modus justru merugikan masyarakat yang membutuhkan BBM untuk aktivitas dan kegiatan ekonomi sehari-hari," katanya.

Karena itu, lanjut Herman, kolaborasi antara Pertamina, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum perlu terus diperkuat guna menjaga tata kelola penyaluran BBM subsidi yang tepat sasaran.

Pertamina Patra Niaga bersama seluruh instansi yang terlibat juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak dan membeli BBM sesuai kebutuhan.

Masyarakat yang membutuhkan informasi terkait layanan dan produk Pertamina dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....