Lahan Pertanian di SBT Mulai Kering, BWS Maluku Bakal Pasang Sumur Bor

  • 31 Jul 2026 13:07 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula-Dampak kemarau panjang di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Maluku, kini semakin parah. Selain menyebabkan kebakaran ratusan hektar hutan dan lahan, kemarau panjang juga berdampak kekeringan pada lahan-lahan pertanian warga.

Sebagai langkah penanganan, Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku berencana membangun Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) dengan cara memasang sumur bor pada lahan-lahan pertanian warga.

Rencana itu persis dikemukakan staf BWS Maluku, Erwin Tuanany kepada wartawan di Bula, Rabu, 29 Juli 2025. Erwin membeberkan dalam sehari dua ini BWS Maluku sudah mengirim petugas, berikut peralatan ke Bula untuk keperluan pemasangan sumur bor.

"Insyaallah dalam sehari dua ini BWS Maluku sudah mengirim petugas dan peralatan ke Bula untuk pemasangan sumur bor," beber Erwin.

Sementara untuk penanganan krisis air bersih di kawasan permukiman warga, BWS Maluku. sejak Rabu pagi, 29 Juli 2026, telah mengutus petugasnya turun langsung ke Bula dan mengambil langkah cepat mengatasi krisis air bersih dimaksud.

Setelah berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk mengetahui titik lokasi warga yang benar-benar mengalami krisis air bersih, petugas BWS Maluku langsung bergerak cepat dengan mendistribusi sedikitnya delapan ribu liter air bersih ke permukiman warga.

"Kami diperintahkan Pak Kepala Balai turun langsung ke sini untuk membantu mengantisipasi musibah kekeringan yang dialami warga di kota Bula dan sekitar. Alhamdulillah untuk hari ini kami sudah distribusi delapan ribu liter air bersih ke warga di lima lokasi," ujar Erwin Tuanany, staf BWS Maluku kepada wartawan di Bula.

Erwin merinci lima lokasi yang berhasil dipasok air bersih pada hari pertama ini yaitu Dusun Teluk Desa Engglas, komplek Garuda Mas Desa Wailola, belakang pendopo bupati, Kelapa Dua dan Kelapa Dua Puncak Desa Bula.

Dikatakan, bantuan air bersih tersebut tidak cukup hari ini saja, melainkan berkelanjutan sesuai kebutuhan warga selama musim kemarau berlangsung.

Plt Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD kabupaten setempat, Ahmad Sayuti Pawae mengapresiasi langkah BWS Maluku membantu mengatasi problem kekeringan di daerah ini. Dikatakan, dalam menangani musibah kekeringan akibat kemarau panjang di Bula, diperlukan adanya kolaborasi dan keterlibatan semua unsur, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat.

"Kami sangat berterima kasih kepada BWS Maluku. Intinya dalam menangani dampak kemarau panjang ini perlu keterlibatan semua stakeholder," katanya.

Kepala Desa Engglas, Jumadi Maba yang turut hadir mendampingi warganya saat menerima bantuan air bersih yang dipasok petugas BWS Maluku, mengaku sangat berterima kasih, lantaran warganya yang bermukim di Dusun Teluk sangat benar-benar kesulitan pasokan air bersih.

Mereka beberapa hari terakhir ini memanfaatkan sumur galian yang airnya bercampur air laut, menyebabkan barang-barang dapur mereka menjadi berkarat.

"Alhamdulillah dengan bantuan air bersih ini, warga saya dusun teluk sudah bisa memenuhi kebutuhan hari-hari. Kami sangat berterima kasih kepada BWS Maluku," ujar Jumadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....