HUT RI ke-81, BWS Maluku Bagi Air Kemasan ke Warga Lahema Terdampak Krisis Air Bersih

  • 17 Agt 2026 18:20 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula-Bertepatan dengan perayaan HUT ke-81 RI, 17 Agustus 2026, Dirjen Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku, menggelar aksi pembagian air mineral kemasan kepada warga desa Lahema, Kecamatan Wakate, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Kepala BWS Maluku, Ruslan Malik menjelaskan, pembagian air mineral kemasan, Senin, 17 Agustus 2026, merupakan respons atas bencana krisis air bersih yang dialami warga di desa tersebut sejak beberapa pekan terakhir, akibat dampak kemarau panjang yang hingga kini masih terus melanda wilayah tersebut.

"Jumlah air kemasan yang didistribusi sebanyak 1.185 liter, terdiri dari Ayudes Gelas, Aqua Botol dan Botol Galung Le Mineral," ujarnya kepada Radio Republik Indonesia di Bula, Senin sore.

Lanjut, Ruslan menerangkan pembagian air mineral kemasan tersebut untuk membantu menangani sementara bencana krisis air bersih yang dialami warga. Berikutnya BWS Maluku akan mengirim tim survei ke lokasi untuk mencari tahu sumber air tanah serta menyiapkan langkah strategis mengatasi problem krisis air bersih di daerah tersebut.

"BWS akan mengirim tim survei untuk mendeteksi sumber air tanah dan langkah apa yg harus di bangun untuk mengatasi masalah krisis air yang sudah hampir terjadi setiap tahun" katanya.

Menanggapi bantuan tersebut, warga dan pemerintah Negeri (Desa) setempat menyambut baik, sembari berterima kasih, sebab bantuan air mineral kemasan tersebut setidaknya bisa memenuhi kebutuhan air minum mereka selama beberapa hari ke depan.

"Pemerintah Negeri dan masyarakat mengucapkan terima kasih kepada bapak Presiden Prabowo, bapak Menteri PU dan Dirjen SDA bapak Arnold Ritiauw atas langkah cepat mengatasi krisis air yang dialami oleh masyarakat kami," ujar Abdul Rahman Rumatela, Sekretaris Desa Lahema.

Krisis air bersih akibat dampak kemarau panjang tahun 2026 ini bukan saja dialami warga desa Lahema, melainkan turut dirasakan warga di Bula dan sekitar. BWS Maluku pada akhir Juli kemarin mengutus tim turun langsung ke Bula dan mengambil langkah cepat mengatasi krisis air bersih dimaksud.

Setelah berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk mengetahui titik lokasi warga yang benar-benar mengalami krisis air bersih, petugas BWS Maluku langsung bergerak cepat dengan mendistribusi sedikitnya delapan ribu liter air bersih ke permukiman warga pada hari pertama penyaluran.

Ribuan liter air bersih yang berhasil dipasok pada hari pertama menjangkau lima titik lokasi, antara lain Dusun Teluk Desa Engglas, komplek Garuda Mas Desa Wailola, belakang pendopo bupati, Kelapa Dua dan Kelapa Dua Puncak Desa Bula.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....