Antisipasi Arus Mudik, Cantika Express Disiapkan Layani Rute Bula-Kilmury-Wernama

  • 10 Mar 2026 12:34 WIB
  •  Bula

RRI.CO.DI, Bula– Pemerintah kabupaten Seram Bagian Timur melalui Dinas Perhubungan menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi arus mudik masyarakat menjelang pertengahan Maret 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan operator kapal untuk membuka layanan rute yang menjangkau wilayah selatan SBT.

Kepala Dinas Perhubungan SBT, Murad Wokas, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan operator kapal Cantika Express 6E guna melayani masyarakat yang akan mudik ke kecamatan Kilmury dan Werinama.

“Dalam melayani masyarakat untuk arus mudik ini, kami mengambil langkah antisipasi agar masyarakat bisa terlayani, khususnya pada tanggal 15, 16, dan 17 Maret,” kata Murad kepada wartawan, Selasa, 10 Maret 2026.

Menurutnya, kapal tersebut dijadwalkan berangkat dari Ambon pada 13 Maret menuju Bula, lalu melanjutkan perjalanan ke sejumlah wilayah kepulauan seperti Gorom, Kesui, dan Teor.

Namun, Dishub SBT meminta agar kapal tersebut juga melewati jalur selatan untuk melayani masyarakat yang ingin mudik ke wilayah seperti Kilmuri dan Werinama.

“Kami meminta agar kapal tidak hanya lewat jalur utara, tetapi juga melewati jalur selatan seperti Kilmuri dan Bemo agar masyarakat di wilayah itu bisa terlayani,” ujarnya.

Murad menjelaskan, rute pelayanan tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang hendak pulang kampung pada puncak arus mudik.

Selain penyesuaian rute, Dishub SBT juga bernegosiasi dengan pihak operator kapal terkait harga tiket agar lebih terjangkau bagi masyarakat.

Awalnya, tarif tiket dari Bula menuju Werinama ditetapkan sebesar Rp300 ribu. Namun setelah dilakukan komunikasi, tarif tersebut berhasil diturunkan.

“Dari hasil komunikasi, harga tiket dari Bula ke Werinama yang tadinya Rp300 ribu diturunkan menjadi Rp250 ribu, ditambah asuransi sehingga totalnya Rp265 ribu. Sementara untuk rute ke Kilmuri sebesar Rp165 ribu,” jelasnya.

Di sisi lain, Dishub SBT juga mengajukan permohonan deviasi rute kepada PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) untuk kapal KM Sabuk Nusantara 106 agar dapat melayani wilayah Kilmuri selama periode mudik Lebaran.

Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, mengingat kapal KM Sabuk Nusantara 80 saat ini belum beroperasi karena masih menjalani proses docking.

Dengan penambahan layanan kapal dan penyesuaian rute tersebut, pemerintah daerah berharap mobilitas masyarakat selama arus mudik dapat berjalan lancar serta kebutuhan transportasi warga di wilayah kepulauan dapat terpenuhi.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita