Kesehatan Jemaah Haji Jadi Tantangan Serius 2025

  • 10 Okt 2025 09:55 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Penyelenggaraan ibadah haji tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi dinilai berjalan lancar dan aman. Namun, persoalan kesehatan jemaah haji Indonesia masih menjadi tantangan besar, baik saat di Tanah Air maupun selama pelaksanaan ibadah di Arab Saudi.

Melansir website resmi Kemenkes RI kemkes.go.id, Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Liliek Marhaendro Susilo, dalam Pertemuan Evaluasi Nasional Penyelenggaraan Kesehatan Haji Tahun 1446 H/2025 M di Bekasi, Jawa Barat pada Rabu (13/8/2025).

“Alhamdulillah, ibadah haji tahun ini berjalan lancar dan aman. Semoga jemaah menjadi haji yang mabrur dan mampu menjaga kemabrurannya hingga akhir hayat,” ujar Liliek.

Liliek menyebutkan, sebanyak 203.149 jemaah haji reguler diberangkatkan dari Indonesia pada musim haji tahun ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 80,43 persen atau lebih dari 153 ribu jemaah memiliki penyakit penyerta (komorbid) seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan penyakit paru.

Data dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Kesehatan (Siskohatkes) mencatat sebanyak 258.159 kunjungan layanan rawat jalan di tingkat kloter dan hotel. Kasus terbanyak adalah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), hipertensi, dan myalgia.

Sementara itu, terdapat 1.712 kasus rawat inap di rumah sakit Arab Saudi, dengan tiga diagnosis tertinggi yaitu pneumonia, komplikasi diabetes, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

“Tim medis telah bekerja keras untuk menekan angka kematian, khususnya di kalangan lansia dan jemaah dengan penyakit kronis,” kata Liliek.

Ia menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berlapis, baik di Indonesia maupun selama penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi, untuk menghadapi tantangan tersebut.

Rekomendasi Berita