Kemenag Bukittinggi, "Tetangga Adalah Saudara Terdekat Kita"

  • 09 Mar 2026 21:52 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Hubungan silaturahmi dengan tetangga tidak boleh terputus meskipun terdapat perbedaan keyakinan atau pandangan agama. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Eri Iswandi dalam dialog Kita Indonesia di Programa 4 RRI Bukittinggi, mengingatkan bahwa dalam situasi darurat, tetangga merupakan pihak pertama yang memberikan pertolongan kepada kita.

"Saudara terdekat adalah tetangga, bukan adik atau kakak kandung yang tinggal jauh dari rumah," tuturnya.

Saudara kandung mungkin tinggal jauh, namun tetanggalah yang bisa segera membawa kita ke rumah sakit saat sakit. Kesadaran akan peran penting tetangga ini menjadi pondasi dasar terjaganya kerukunan sosial di wilayah pemukiman.

Masyarakat dihimbau untuk selalu bertegur sapa dan menjaga kepedulian sosial terhadap lingkungan di sekitar rumah. Jangan sampai perbedaan akidah menjadi penghalang bagi warga untuk saling membantu dalam urusan kemasyarakatan yang bersifat umum.

Budaya gotong royong harus terus dihidupkan di tingkat RT dan RW tanpa memandang siapa yang memiliki keyakinan berbeda. Persaudaraan atas dasar kemanusiaan dan kebangsaan jauh lebih penting dalam menjaga stabilitas kehidupan sehari-hari di kota.

Bukittinggi dikenal sebagai kota yang adem karena warganya sangat menghargai privasi agama namun sangat terbuka secara sosial. Kemenag terus mengampanyekan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia tanpa batas-batas agama. (DR/YPA)

Rekomendasi Berita