Universitas Prima Nusantara Dorong Desa Tangguh lewat SEHATI NAGARI
- 26 Feb 2026 13:57 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Fakultas keperawatan dan kesehatan masyarakat UPNB Bukittinggi mendapatkan hibah kemendiktisaintek dalam program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) mahasiswa berdampak dengan usulan program SEHATI NAGARI untuk mendorong penerapan perilaku hidup sehat sebagai langkah strategis dalam mewujudkan desa tangguh pasca bencana. Hal tersebut disampaikan Ketua PKM Universitas Prima Nusantara, Ibu Elfira, dalam kegiatan siaran di Studio Pro 4 RRI Bukittinggi, pada Selasa, 24 Februari 2026.
Menurut ketua PKM Elfira, wilayah Sumatera Barat yang rawan bencana khususnya nagari batu taba yang menjadi lokasi PKM memerlukan pendekatan komprehensif dalam proses pemulihan, tidak hanya dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga penguatan kapasitas masyarakat, khususnya dalam aspek kesehatan lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat.
Ia menjelaskan, pasca bencana masyarakat umumnya menghadapi tantangan keterbatasan sarana sanitasi, akses air bersih, serta Masalah sampah yang berisiko memicu munculnya berbagai penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, dan penyakit kulit. Oleh karena itu, edukasi mengenai perilaku hidup sehat menjadi bagian penting dalam upaya pemulihan dampak lanjutan bencana.
Program PKM Fakultas keperawatan dan kesmas UPNB dilaksanakan bersama mahasiswa selama lebih kurang satu bulan di Nagari batu taba kecamatan Batipuh Selatan melalui berbagai kegiatan, antara lain penyuluhan kesehatan, pelatihan kader karang taruna dan posyandu melalui media massa edukatif modul,buku saku,poster , pemeriksaan kesehatan gratis, pendampingan pengelolaan sanitasi air bersih dan pengelolaan sampah. Selain itu, tim PKM juga membentuk kelompok masyarakat sebagai agen perubahan yang diharapkan mampu melanjutkan edukasi kesehatan secara berkelanjutan.
Elfira menegaskan bahwa konsep desa tangguh tidak hanya berorientasi pada ketahanan infrastruktur, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia. Masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya kebersihan diri dan lingkungan dinilai lebih siap menghadapi situasi darurat maupun masa pemulihan pasca bencana.
Ia menambahkan, pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian lebih bersifat partisipatif dan persuasif, dengan melibatkan tokoh masyarakat serta kader lokal agar pesan kesehatan dapat diterima dan diterapkan secara efektif.
Melalui program ini, fakultas keperawatan dan kesehatan masyarakat Universitas Prima Nusantara Bukittinggi berharap dapat berkontribusi dalam membangun ketahanan masyarakat berbasis kesehatan, sehingga desa-desa terdampak bencana mampu bangkit lebih cepat, mandiri, dan berkelanjutan.
Upaya penerapan perilaku hidup sehat, lanjutnya, merupakan langkah sederhana namun berdampak besar dalam meminimalkan risiko penyakit serta mempercepat proses pemulihan sosial masyarakat pasca bencana.(DEP)