Polresta Bukittinggi, dan Tim Gabungan Siap Amankan Libur Lebaran

  • 12 Mar 2026 17:43 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Ratusan personel gabungan dari kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Damkar dan Satpol-PP disiapkan untuk pengamanan libur lebaran 2026 di wilayah hukum Polresta Bukittinggi.

Pengamanan menyeluruh mulai dari lalu lintas, antisipasi tindakan kriminalitas, bencana alam dan lainnya selama libur lebaran itu disiapkan dengan sandi Operasi Ketupat Singgalang, dari 13 hingga 25 Maret 2026.

Kapolresta Bukittinggi, Kombes. Pol Ruly Indra Wijayanto memimpin langsung Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, di Mapolresta setempat, Kamis, 12 Maret 2026.

Ruly Indra Wijayanto menyampaikan, Polresta menurunkan 215 orang personel, ditambah hingga menjadi 350 orang dari Kodim 0304/Agam, dan dinas terkait Pemko Bukittinggi. Strategi pengamanan tetap sama seperti tahun sebelumnya.

“Polresta Bukittinggi mendirikan tujuh pos pengamanan yang terdiri dari 4 pos pelayanan, 2 pos pengamanan, dan 1 pos terpadu di lokasi strategis,” jelasnya.

Ruly Indra Wijayanto menjelaskan, Pos Terpadu ada di Jam Gadang, Pos Pengamanan (Pos Pam) di Kebun Binatang dan satu lagi di Panorama. Sementara itu Pos Pelayanan berada di daerah Tanjung Alam, Baso, Padang Luar, dan di Tugu Polwan.

“Polresta bukittinggi akan menggunakan pola-pola tertentu dalam pengaturan arus lalu lintas, mengingat beberapa jalur sementara ini masih sulit untuk dilalui kendaraan,” ujarnya.

Untuk situasi di lapangan sambung Ruly Indra Wijayanto, nanti juga akan menggunakan sistem rekayasa lalu lintas untuk pengalihan-pengalihan arus. Sementara untuk jalur Malalak, belum bisa digunakan secara umum.

“Untuk lokasi rawan bencana, dilakukan pemantauan dan penempatan personel khusus difokuskan pada lokasi jalur yang kemungkinan akan dilalui, dan padat dari masyarakat, untuk mengutamakan pelayanan terhadap arus mudik maupun arus balik,” ungkapnya.

Ruly Indra Wijayanto menambahkan, Kota Bukittinggi diprediksi akan dimasuki sekitar 100.000 kendaraan. Mengingat jalurnya yang tidak terlalu luas, kita perlu melakukan langkah-langkah rekayasa arus tersebut agar meminimalisir potensi kepadatan.

“Kota Bukittinggi selalu menjadi kota favorit destinasi wisata selama hari libur di Sumatera Barat. Jam Gadang menjadi ikon utama daerah ini dan pusat keramaian selain kekayaan kuliner, geografi dan sejarah sebagai kota perjuangan,” tutup Kapolresta.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Bukittinggi, AKP Muhammad Irsyad Fathurrachman, mengungkapkan, adanya penyesuaian arus lalu lintas demi menghindari kemacetan selama arus mudik, dan balik Lebaran Idul Fitri.

“Salah satu kebijakan yang diambil adalah menutup sementara jalur Padang–Bukittinggi via Malalak untuk kendaraan umum. Arus kendaraan dari arah Padang menuju Bukittinggi akan dialihkan melalui jalur Lembah Anai,” sebutnya.

Muhammad Irsyad Fathurrachman menjelaskan, langkah rekayasa lalu lintas ini dilakukan karena beberapa titik di jalur Malalak, yang dinilai cukup sulit dilalui dan berpotensi rawan longsor.

“Dengan kesiapan personel, pos pengamanan, serta rekayasa lalu lintas yang telah disusun, Polresta Bukittinggi berharap masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan rasa aman dan nyaman,” ungkapnya. (YPA/AGZ)

Rekomendasi Berita