Mengulas Sejarah di Balik Motif Batik Kapal Kandas Khas Indramayu
- 07 Okt 2026 12:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kabupaten Indramayu memperingati hari jadinya setiap tanggal 7 Oktober, yang merujuk pada berdirinya Pedukuhan Darma Ayu pada tahun 1527 oleh Raden Arya Wiralodra.
- Batik Dermayon adalah warisan budaya yang berkembang di wilayah pesisir Indramayu dengan beragam motif yang terinspirasi dari alam dan kehidupan masyarakat lokal.
- Peringatan hari jadi Indramayu menjadi momentum penting untuk melestarikan dan mengenali kembali warisan budaya setempat kepada generasi mendatang.
RRI.CO.ID, Jakarta — Kabupaten Indramayu memperingati hari jadinya setiap 7 Oktober. Ini merujuk pada berdirinya Pedukuhan Darma Ayu pada 1527 oleh Raden Arya Wiralodra, yang berkembang menjadi Kabupaten Indramayu.
Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenali warisan budaya setempat, termasuk Batik Dermayon yang berkembang di wilayah pesisir Indramayu. Batik ini memiliki beragam motif yang terinspirasi dari alam dan kehidupan masyarakat sekitar.
Salah satu motif yang menarik untuk dikenal adalah Kapal Kandas. Motif tersebut memiliki kaitan erat dengan kehidupan masyarakat Indramayu yang sejak dahulu dikenal sebagai pelaut.
Melansir Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Indramayu, para istri pelaut dahulu melakukan aktivitas membatik. Mereka mengisi waktu ketika suami pergi melaut selama berhari-hari.
Kehidupan masyarakat pesisir kemudian menjadi salah satu ciri khas Batik Indramayu. Selain kehidupan nelayan, para pembatik juga mengambil inspirasi dari lingkungan alam di sekitarnya.
Motif Kapal Kandas menggambarkan kapal yang mengalami kerusakan hingga menyisakan puing. Gambaran tersebut dilengkapi berbagai bagian kapal seperti dayung, ceruk, dan rantai.
Motif tersebut juga berkaitan dengan kawasan Sungai Cimanuk. Dahulu, kawasan tersebut menjadi jalur kapal Belanda dan nelayan di Indramayu.
Para pembatik juga tinggal di sekitar jalur Sungai Cimanuk. Kondisi tersebut membuat kehidupan sungai, laut, dan nelayan dekat dengan aktivitas membatik.
Batik Indramayu sendiri termasuk jenis batik pesisir dengan ragam hias yang cenderung naturalis. Tidak seperti batik keraton, batik pesisir tidak memiliki pakem yang terlalu mengikat.
Ragam hias Batik Indramayu juga mendapat pengaruh dari berbagai kebudayaan. Pemerintah daerah mencatat adanya pengaruh lokal, Hindu, Islam, dan Tiongkok dalam perkembangannya.
Kapal Kandas menjadi salah satu contoh bagaimana kehidupan masyarakat dapat hadir dalam sebuah karya batik. Motif tersebut tidak hanya menampilkan bentuk kapal, tetapi juga merekam kehidupan masyarakat pesisir.
Cerita tentang istri pelaut juga menunjukkan hubungan antara tradisi membatik dan kehidupan keluarga nelayan. Membatik menjadi kegiatan yang dilakukan ketika para suami berada di laut dalam waktu cukup lama.
Batik Dermayon kemudian menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Indramayu. Warisan tersebut memperlihatkan bagaimana lingkungan dan mata pencaharian dapat memengaruhi karya seni masyarakat.
Di tengah peringatan Hari Jadi Kabupaten Indramayu, cerita tersebut menarik untuk kembali dikenalkan. Sebab, selembar kain batik juga dapat menjadi catatan tentang kehidupan masyarakat yang membuatnya. (Rahmania Ulfah)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....