Pusrehab Kemhan Hidupkan Kembali Budaya Jamu Melalui Hari Herbal Nasional

  • 12 Sep 2026 12:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Markus Wibowo, Kepala RS Pusat Rehabilitasi Medik Kementerian Pertahanan, mendorong penetapan Hari Herbal Nasional atau Hari Jamu Nasional sebagai momentum meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan herbal.
  • Hari Herbal Nasional diharapkan dapat menghidupkan kembali warisan kesehatan dari nenek moyang sekaligus menggerakkan pelaku usaha industri herbal.
  • Gagasan penetapan Hari Herbal Nasional perlu segera direkomendasikan kepada pemerintah agar dapat menjadi dasar pelaksanaan secara nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala RS Pusat Rehabilitasi Medik Kementerian Pertahanan, Markus Wibowo mendorong adanya Hari Herbal Nasional atau Hari Jamu Nasional. Hal ini dinilainya sebagai langkah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan herbal.

Markus mengatakan momentum tersebut dapat menghidupkan kembali warisan kesehatan dari nenek moyang sekaligus menggerakkan pelaku usaha herbal. Menurutnya, gagasan tersebut perlu segera direkomendasikan kepada pemerintah agar dapat menjadi dasar pelaksanaan secara nasional.

"Kita akan menjaga marwah dari warisan nenek moyang kita ya. Mungkin hari apa dalam satu minggu itu agar terjadi Hari Herbal Nasional atau Hari Jamu Nasional,” kata Markus dalam pernyataannya usai kegiatan Dialog Kebangsaan "Rakyat Sehat, Negara Kuat" di Jakarta, Jumat, 11 September 2026.

Markus menilai penetapan hari khusus tersebut berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha herbal. Ia mencontohkan kebijakan penggunaan batik yang menurutnya turut menggerakkan industri batik.

“Artinya dalam satu hari, dalam seminggu satu hari kita tentukan sebagai Hari Herbal. Saya kira dengan endorse ini, dunia usaha juga pasti akan menggeliat ya, pelaku di lapangan,” ujar Markus.

“Batik dulu kan seperti itu ditetapkan hari Jumat harus pakai batik, pengusaha batik pasti jalan, rakyat juga yang senang kan? Budaya kita juga tidak mati dan tidak diklaim oleh negara-negara lain,” kata Markus, menambahkan.

Markus mengatakan penguatan kesehatan masyarakat perlu dimulai sejak lingkungan paling kecil, yakni keluarga. Menurutnya, kesadaran menjaga kesehatan sejak usia dini akan berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia.

“Kalau dari awal kita tanamkan, ‘Oh, ini kesehatan itu penting, salah satunya, kita minum herbal tiap hari,’ yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Ini kita harus support mulai dari komunitas paling kecil itu keluarga," ucapnya.

Ia menilai kesehatan masyarakat merupakan bagian dari ketahanan negara. Karena itu, pemerintah perlu memastikan kebiasaan hidup sehat dapat diterapkan secara luas.

“Pemerintah tidak mau bahwa masa depan bangsa kita, terutama SDM-nya tertinggalnya jauhlah dengan yang lain. Kita justru harus fit menjaga ketahanan kesehatan kita, ini adalah bagian dari ketahanan negara,” katanya.

Markus mengatakan Kemhan siap mengawal pengembangan herbal mulai dari tingkat daerah. Penguatan budaya herbal tersebut diharapkan dapat berjalan melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....