Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan di Peristiwa Bandung Lautan Api
- 15 Agt 2026 13:01 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bandung Lautan Api merupakan peristiwa bersejarah yang terjadi pada 24 Maret 1946 sebagai bagian dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
- Peristiwa ini dimulai dengan kedatangan pasukan sekutu yang dipimpin Brigade MacDonald pada 12 Oktober 1945 ke kota Bandung.
RRI.CO.ID, Jakarta — Bandung Lautan Api menjadi salah satu peristiwa penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Peristiwa tersebut terjadi pada 24 Maret 1946, setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.
Melansir laman Kementerian Kebudayaan, peristiwa ini diawali dengan kedatangan pasukan sekutu yang dipimpin Brigade MacDonald pada 12 Oktober 1945. Sebuah ultimatum dikeluarkan yang meminta seluruh senjata milik penduduk, kecuali milik TKR diserahkan kepada Sekutu.
Dari kondisi tersebut, ketegangan di Bandung meningkat setelah kedatangan pasukan Sekutu ke Indonesia. Perselisihan kemudian terjadi antara pasukan Sekutu, pejuang Indonesia, dan masyarakat Bandung.
Brigade MacDonald kemudian kembali mengeluarkan Ultimatum pertama membagi Bandung menjadi dua. Bandung utara sebagai tempat kekuasaan sekutu dan Bandung selatan yang masih dikuasai pemerintah RI.
Ultimatum tersebut ternyata memicu pecahnya perang sporadis di berbagai daerah. Sampai akhirnya, pasukan sekutu terdesak dan MacDonald memberi ultimatum kedua ke Perdana Menteri Syahrir.
Ia meminta agar selambat-lambatnya pada tanggal 24 Maret 1946 pukul 24.00, pasukan Indonesia sudah meninggalkan Bandung Selatan. Mereka harus pergi sejauh 10 sampai 11 kilometer dari pusat kota.
Tentara Republik Indonesia (TRI) bersama rakyat kemudian memutuskan mengosongkan Bandung dan membakar sejumlah bangunan. Langkah itu ditetapkan melalui musyawarah Madjelis Persatoean Perdjoangan Priangan (MP3) sehari sebelumnya, di mana Kolonel A.H. Nasution menjadi salah satu tokoh dibalik keputusan krusial tersebut.
Langkah tersebut dianggap lebih baik daripada fasilitas kota dimanfaatkan oleh pihak lawan, apalagi dijadikan markas militer. Hal itu disusul dengan pembakaran tempat-tempat strategis seperti Banceuy, Cicadas, Braga dan Tegalega, serta asrama TRI.
Pembakaran sejumlah kawasan dan bangunan membuat Bandung terlihat seperti lautan api pada malam 24 Maret 1946. Pasukan dan masyarakat akhirnya meninggalkan Bandung untuk mengungsi menuju wilayah selatan.
Kini, Bandung Lautan Api dikenang sebagai salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjuangan Indonesia. Semangat perjuangannya diabadikan salah satunya melalui lagu 'Halo Halo Bandung' karya Ismail Marzuki.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....