Ritual Semut Peluru, Tradisi Ujian Kedewasaan Suku Sateré-Mawé
- 04 Agt 2026 11:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Suku Sateré-Mawé di hutan hujan Amazon, Brasil, memiliki ritual kedewasaan yang mengharuskan remaja laki-laki mengenakan sarung tangan penuh semut peluru sebagai penanda transisi ke kehidupan dewasa.
- Ritual ini bukan hanya menguji ketahanan fisik, melainkan melambangkan nilai-nilai budaya mendalam seperti keberanian, kedisiplinan, dan kesiapan mental memasuki fase kehidupan baru.
- Tradisi unik ini mencerminkan cara masyarakat adat Sateré-Mawé memperkuat identitas budaya dan transmisi nilai-nilai penting kepada generasi muda melalui pengalaman langsung yang menantang.
RRI.CO.ID, Jakarta – Suku Sateré-Mawé di hutan hujan Amazon, Brasil, memiliki tradisi unik sebagai penanda kedewasaan. Ritual tersebut mengharuskan remaja laki-laki mengenakan sarung tangan yang dipenuhi semut peluru (bullet ant).
Tradisi ini bukan sekadar menguji ketahanan fisik. Bagi masyarakat Sateré-Mawé, ritual tersebut melambangkan keberanian, kedisiplinan, dan kesiapan memasuki kehidupan sebagai orang dewasa.
Sebelum digunakan, para tetua mengambil semut peluru dari sarangnya. Semut kemudian dibuat tidak aktif menggunakan ramuan herbal alami sebelum dianyam ke dalam sarung tangan dari daun palem.
Setelah semut kembali sadar, peserta mengenakan sarung tangan dengan posisi sengat menghadap ke dalam. Mereka harus menahan rasa sakit selama sekitar 10 menit tanpa menunjukkan reaksi berlebihan.
Semut peluru (Paraponera clavata) dikenal memiliki salah satu sengatan paling menyakitkan di dunia. Rasa sakit akibat satu sengatan bahkan dapat bertahan hingga 24 jam sehingga semut ini dijuluki "semut 24 jam".
Melansir Sage Journals, peserta ritual tidak hanya menerima satu sengatan. Mereka dapat tersengat puluhan semut sekaligus karena setiap sarung tangan berisi banyak semut peluru.
Beberapa peserta mengalami demam, menggigil, mual, hingga gemetar setelah mengikuti ritual tersebut. Meski demikian, tradisi ini tetap dijalankan sebagai bagian penting dari identitas budaya Sateré-Mawé.
Seiring berkembangnya zaman, ritual semut peluru masih dipertahankan oleh sebagian masyarakat Sateré-Mawé. Tradisi ini menjadi simbol kuat bagaimana nilai keberanian dan kedewasaan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. (Rahmania Ulfah)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....