Tanggal 28 Juli Memperingati Hari Apa? Ini Daftar Peringatannya
- 28 Jul 2026 12:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tanggal 28 Juli diperingati sebagai Hari Hepatitis Sedunia dan Hari Konservasi Alam Sedunia.
- Hari Hepatitis Sedunia mendorong pencegahan, deteksi dini, serta eliminasi hepatitis virus pada 2030.
- Hari Konservasi Alam Sedunia mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan demi generasi mendatang.
RRI.CO.ID, Jakarta - Tanggal 28 Juli diperingati sebagai dua momentum penting tingkat internasional setiap tahunnya. Keduanya mengangkat isu kesehatan masyarakat dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Berdasarkan kalender peringatan internasional, 28 Juli menjadi Hari Hepatitis Sedunia dan Hari Konservasi Alam Sedunia. Kedua peringatan tersebut mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan kelestarian bumi.
Hari Hepatitis Sedunia
Hari Hepatitis Sedunia atau World Hepatitis Day diperingati setiap 28 Juli di berbagai negara. Peringatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran terhadap bahaya hepatitis virus.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO bersama World Hepatitis Alliance menggagas peringatan tersebut. Tanggal 28 Juli dipilih bertepatan hari kelahiran Dr. Baruch Blumberg.
Dr. Baruch Blumberg menemukan virus Hepatitis B melalui penelitian ilmiahnya. Ia juga mengembangkan tes diagnostik dan vaksin Hepatitis B.
Melalui peringatan tersebut, masyarakat diedukasi mengenai lima jenis utama virus hepatitis. Kelimanya meliputi Hepatitis A, B, C, D, dan E.
Selain edukasi, masyarakat didorong menjalani skrining untuk mendeteksi hepatitis sejak dini. Langkah tersebut penting karena hepatitis sering tidak menunjukkan gejala awal.
WHO juga mengampanyekan pentingnya vaksinasi Hepatitis B sejak bayi baru lahir. Upaya tersebut mendukung target eliminasi hepatitis virus pada 2030.
Hari Konservasi Alam Sedunia
Selain kesehatan, tanggal 28 Juli juga diperingati sebagai Hari Konservasi Alam Sedunia. Peringatan tersebut mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian sumber daya alam.
Hari Konservasi Alam Sedunia mengajak masyarakat melindungi keanekaragaman hayati dari berbagai ancaman. Ancaman tersebut meliputi eksploitasi, polusi, dan perubahan iklim.
Perlindungan flora serta fauna menjadi salah satu fokus utama dalam peringatan tersebut. Upaya itu bertujuan mencegah kepunahan spesies akibat kerusakan habitat.
Masyarakat juga diajak menerapkan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Caranya melalui penghematan air, pengurangan plastik, dan penggunaan energi ramah lingkungan.
Selain itu, reboisasi dan rehabilitasi lahan kritis terus didorong melalui berbagai program konservasi. Langkah tersebut membantu memulihkan ekosistem yang mengalami kerusakan.
Pengurangan emisi gas rumah kaca juga menjadi bagian penting dalam upaya konservasi. Tujuannya memperlambat pemanasan global yang mengancam keseimbangan alam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....