FBI Pulangkan Artefak Budaya Asal Papua ke Indonesia
- 23 Jul 2026 11:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia berhasil memulihkan artefak budaya yang diselundupkan ke Amerika Serikat (AS) melalui kerja sama Kementerian Kebudayaan dengan Biro Investigasi Federal (FBI).
- Artefak yang dikembalikan berasal dari Papua yang memiliki nilai sejarah tinggi serta menjadi bagian pemulihan kedaulatan budaya Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah Indonesia berhasil memulihkan sejumlah artefak budaya yang sebelumnya diselundupkan secara ilegal ke Amerika Serikat (AS). Pengembalian benda-benda bersejarah itu terlaksana melalui kerja sama Kementerian Kebudayaan bersama Biro Investigasi Federal AS (FBI).
Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, menyampaikan penjelasan mengenai proses pemulangan artefak budaya tersebut. Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menerima kunjungan kehormatan Direktur FBI, Kash Patel di kediamannya.
“Secara ofisial beliau juga membawakan kembali artefak budaya tersebut,” ujarnya, Kamis 23 Juli 2026. Sebelumnya benda-benda tersebut diselundupkan ke Amerika Serikat secara illegal.”

Sebuah artefak budaya yang dikembalikan oleh Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) kepada Pemerintah Indonesia (Foto: Tampilan Layar YouTube Sekretariat Negara)
Fadli mengungkapkan artefak yang dikembalikan tersebut berasal dari Papua. Tepatnya warisan budaya masyarakat Suku Dani dan Suku Asmat, serta masyarakat di kawasan Danau Sentani.
Menurut dia, benda-benda tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi. “Ini merupakan benda-benda yang sangat berharga karena proses repatriasi ini merupakan pemulihan kedaulatan budaya kita,” ujarnya.
Menbud menambahkan kerja sama Indonesia dan AS dalam pengembalian benda-benda budaya telah berlangsung sebelumnya. FBI tercatat telah beberapa kali membantu mengembalikan berbagai artefak penting Indonesia yang dicuri termasuk arca-arca perunggu.
“Kami berharap kerja sama dengan FBI terutama terkait repatriasi dan restitusi benda-benda budaya ini akan semakin kuat,” ucapnya. Selain Kemenbud, kegiatan ini juga didukung oleh Sekretariat Negara (Sekneg) dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

Presiden Prabowo Subianto (ketiga dari kiri) menerima kunjungan Direktur Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI), Kash Patel (Foto: Tampilan Layar YouTube Sekretariat Negara)
Artefak yang telah dikembalikan itu nantinya akan dipamerkan di Museum Nasional agar dapat dinikmati sekaligus dipelajari oleh masyarakat. Hal ini juga akan semakin memperkaya pengetahuan mereka terhadap warisan sejarah bangsa.
"Saya kira ini adalah bagian dari upaya untuk mengembalikan kedaulatan budaya kita untuk menyempurnakan pengetahuan budaya," ujar Menbud. "Tentunya kami akan meng-exhibit atau mempamerkan ini di Museum Nasional."
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....