Bukan di Eropa, Negara Afrika Ini Jadikan Bahasa Spanyol sebagai Bahasa Resmi

  • 21 Jul 2026 14:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Equatorial Guinea adalah satu-satunya negara di Afrika yang menjadikan bahasa Spanyol sebagai bahasa resmi.
  • Bahasa Spanyol digunakan secara luas di Equatorial Guinea dalam pemerintahan, pendidikan, media, dan dokumen kenegaraan.
  • Negara kecil yang terletak di pesisir barat Afrika ini memiliki status linguistik yang unik dan berbeda dari negara-negara Afrika lainnya yang umumnya menggunakan bahasa Inggris, Perancis, atau bahasa lokal.

RRI.CO.ID, Jakarta – Ketika mendengar bahasa Spanyol, banyak orang langsung mengaitkannya dengan Spanyol atau negara-negara di Amerika Latin. Padahal, ada satu negara di Afrika yang menjadikan bahasa Spanyol sebagai bahasa resmi, yakni Equatorial Guinea.

Negara kecil di pesisir barat Afrika itu menjadi satu-satunya negara di benua tersebut yang berbahasa resmi Spanyol. Bahasa tersebut digunakan dalam pemerintahan, pendidikan, media, hingga berbagai dokumen kenegaraan.

Penggunaan bahasa Spanyol di Equatorial Guinea merupakan warisan sejarah kolonial. Wilayah tersebut pernah berada di bawah kekuasaan Spanyol selama hampir dua abad sebelum meraih kemerdekaan pada 12 Oktober 1968.

Meskipun telah merdeka, Equatorial Guinea tetap mempertahankan bahasa Spanyol sebagai bahasa resmi. Melansir dari Lingoda, keputusan itu dinilai memudahkan administrasi negara sekaligus menjaga kesinambungan sistem pendidikan dan pemerintahan.

Sekitar 85 persen penduduk Equatorial Guinea menggunakan bahasa Spanyol dalam kehidupan sehari-hari. Mayoritas menuturkan dialek Equatoguinean Spanish, yang memiliki sejumlah perbedaan dari Castilian Spanish sebagai dialek baku di Spanyol.

"Sekitar 85 persen penduduk Equatorial Guinea menggunakan bahasa Spanyol. Bahasa tersebut dipakai dalam pendidikan dasar, pemerintahan, dan komunikasi sehari-hari," dikutip dari Lingoda, Selasa, 21 Juli 2026.

Salah satu perbedaan paling mencolok terdapat pada pelafalan huruf z dan c, yang umumnya diucapkan seperti bunyi s. Misalnya, kata gracias di Equatorial Guinea diucapkan gra-sias, sedangkan dalam Castilian Spanish sering terdengar gra-thias.

Selain bahasa Spanyol, Equatorial Guinea juga menetapkan bahasa Prancis dan Portugis sebagai bahasa resmi. Kebijakan tersebut bertujuan memperkuat hubungan regional dengan negara-negara tetangga yang menggunakan kedua bahasa tersebut.

Di samping bahasa resmi, masyarakat Equatorial Guinea juga menggunakan berbagai bahasa lokal dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa di antaranya adalah Fang, Bube, Ndowe, dan Annobonese yang mencerminkan keberagaman etnis di negara tersebut.

Bahasa Fang menjadi bahasa ibu yang paling banyak digunakan oleh penduduk. Sementara itu, bahasa Spanyol berperan sebagai bahasa pemersatu antarkelompok etnis yang memiliki latar belakang bahasa berbeda.

Keunikan tersebut menjadikan Equatorial Guinea memiliki identitas budaya yang berbeda dibanding sebagian besar negara Afrika lainnya. Negara ini menjadi contoh bagaimana sejarah kolonial dapat membentuk penggunaan bahasa yang bertahan hingga sekarang. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....