Indonesia-Spanyol Jajaki Kolaborasi Perfilman untuk Dukung Budaya Palestina

  • 16 Jul 2026 18:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia dan Spanyol memperkuat kerja sama perfilman melalui rencana pembaruan nota kesepahaman, skema koproduksi film, dan dana padanan (matching fund).
  • Spanyol mendukung promosi film Indonesia dengan membuka peluang partisipasi di Festival Film San Sebastián dan Festival Film Málaga, serta mempererat kolaborasi antarlembaga perfilman.
  • Kedua negara menegaskan komitmen melindungi budaya Palestina, termasuk membahas pembentukan aliansi internasional, kerja sama warisan budaya, dan kemungkinan pendirian pusat kebudayaan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia dan Spanyol membuka peluang koproduksi film serta dana padanan untuk memperkuat industri perfilman kedua negara. Pada saat yang sama, keduanya menegaskan dukungan terhadap pelindungan identitas dan warisan budaya Palestina.

Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon membahas dua agenda dalam pertemuan dengan Menteri Kebudayaan Spanyol, Ernest Urtasun. Pertemuan ini berlangsung di sela Konferensi Internasional Rekonstruksi Sektor Kebudayaan Palestina, Madrid, Spanyol, Rabu, 15 Juli 2026.

Ia mengusulkan pembaruan nota kesepahaman bidang kebudayaan sebagai dasar kerja sama yang lebih konkret. Perfilman menjadi salah satu sektor utama yang ditawarkan Indonesia.

"Indonesia dan Spanyol memiliki peluang besar untuk mengembangkan kerja sama budaya, khususnya di bidang industri film. Kami mengusulkan kemudahan skema koproduksi bagi sineas kedua negara," ucapnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Kamis, 16 Juli 2026.

Ia juga menawarkan skema matching fund atau dana padanan untuk mendukung pembuat film. Dalam skema ini, pendanaan proyek ditanggung bersama oleh pihak-pihak yang terlibat.

Indonesia, kata dia, saat ini memproduksi lebih dari 250 film setiap tahun. Kapasitas tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk memperluas produksi bersama dan jaringan industri kreatif kedua negara.

Urtasun menyambut usulan itu dan mendukung kerja sama antarlembaga perfilman, dan pengembangan koproduksi. Derta keikutsertaan film Indonesia dalam Festival Film San Sebastián dan Festival Film Málaga.

"Kita perlu menjajaki peluang untuk mengundang film-film Indonesia agar berpartisipasi dalam festival tersebut," ujarnya. Kedua menteri juga membahas pembentukan Aliansi Internasional untuk Pelindungan Kebudayaan Palestina.

Inisiatif tersebut diarahkan untuk menjaga identitas serta warisan budaya Palestina yang terancam akibat konflik. Ia mengatakan dukungan Indonesia terhadap Palestina tidak hanya didorong oleh kedekatan agama.

Dukungan juga datang dari pemerintah, parlemen, dan masyarakat. "Pelestarian identitas budaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga peradaban dan hak suatu bangsa," katanya.

Ia juga menyatakan bahwa Spanyol memiliki komitmen kuat terhadap Palestina. la menilai upaya pelindungan budaya yang dilakukan bersama UNESCO di Ukraina juga perlu diterapkan untuk Palestina.

Saat ini, UNESCO tengah mengembangkan sejumlah program pelindungan kebudayaan Palestina. ALECSO dan Liga Arab juga menjalankan inisiatif untuk menyatukan dukungan internasional.

Indonesia dan Spanyol selanjutnya akan menjajaki pembaruan nota kesepahaman, dan kolaborasi perfilman. Hingga kerja sama warisan budaya, serta kemungkinan pembentukan pusat kebudayaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....