Hari Koperasi Nasional: Mengenal Sejarah, Makna, dan Perkembangannya

  • 12 Jul 2026 14:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hari Koperasi Nasional diperingati setiap 12 Juli sejak Kongres Koperasi Indonesia 1947.
  • Raden Aria Wiraatmadja memelopori gerakan koperasi melalui Hulp en Spaarbank pada 1896.
  • Mohammad Hatta dianugerahi gelar Bapak Koperasi Indonesia pada Kongres Koperasi 1953.

RRI.CO.ID, Jakarta – Hari Koperasi Nasional diperingati setiap 12 Juli sebagai momentum mengenang lahirnya gerakan koperasi Indonesia. Peringatan tersebut juga menjadi pengingat pentingnya koperasi dalam memperkuat ekonomi kerakyatan yang berlandaskan asas kekeluargaan.

Koperasi di Indonesia terus berkembang seiring perubahan zaman. Pemerintah kini kembali memperkuat peran koperasi melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat hingga tingkat desa.

Awal Mula Gerakan Koperasi

Melansir Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), sejarah koperasi Indonesia bermula pada 16 Desember 1896. Raden Aria Wiraatmadja mendirikan Hulp en Spaarbank di Purwokerto untuk membantu masyarakat keluar dari jeratan rentenir.

Lembaga tersebut mengadopsi sistem koperasi kredit Raiffeisen dari Jerman. Tujuannya memberikan akses pembiayaan kepada masyarakat dengan bunga yang lebih ringan.

Gagasan tersebut kemudian mendapat dukungan Asisten Residen Belanda, De Wolff van Westerrode. Semangat berkoperasi terus berkembang melalui berbagai organisasi pergerakan nasional.

Budi Utomo mulai membentuk koperasi rumah tangga pada 1908. Sementara Sarekat Dagang Islam mengembangkan koperasi bagi pedagang pribumi pada 1913.

Perkembangan koperasi sempat terhambat setelah pemerintah kolonial Belanda menerbitkan Verordening op de Coöperatieve Vereeniging pada 1915. Aturan tersebut dinilai menyulitkan pendirian koperasi karena prosedurnya cukup rumit.

Pada masa pendudukan Jepang, koperasi diubah menjadi Kumiai. Organisasi tersebut lebih difungsikan untuk mendukung kebutuhan perang sehingga kepercayaan masyarakat menurun.

Lahirnya Hari Koperasi Nasional

Setelah Indonesia merdeka, koperasi memperoleh kedudukan penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Hal itu sejalan dengan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menekankan asas kekeluargaan.

Tonggak sejarah Hari Koperasi Nasional lahir melalui Kongres Koperasi Indonesia pertama. Kongres tersebut digelar di Tasikmalaya pada 12 Juli 1947.

Sekitar 500 utusan koperasi dari berbagai daerah menghadiri kongres tersebut. Salah satu keputusan pentingnya menetapkan 12 Juli sebagai Hari Koperasi Indonesia.

Kongres juga membentuk Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI). Selain itu, peserta menyepakati penguatan pendidikan koperasi serta pengembangan koperasi rakyat di seluruh Indonesia.

Mohammad Hatta sebagai Bapak Koperasi

Perjalanan koperasi Indonesia tidak dapat dipisahkan dari Mohammad Hatta. Wakil Presiden pertama Republik Indonesia itu meyakini koperasi sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.

Hatta menilai koperasi mampu mewujudkan pemerataan ekonomi melalui semangat gotong royong. Pemikirannya menjadi landasan pengembangan koperasi nasional hingga kini.

Pada Kongres Koperasi Indonesia II di Bandung tahun 1953, Mohammad Hatta dianugerahi gelar Bapak Koperasi Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya membangun sistem perkoperasian nasional.

Perkembangan Koperasi Saat Ini

Pemerintah terus memperkuat koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui program Koperasi Desa Merah Putih yang ditargetkan hadir di berbagai daerah.

Program tersebut diatur melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025. Tujuannya memperkuat ekonomi desa, memperluas akses pembiayaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Koperasi juga didorong mengelola berbagai layanan masyarakat, mulai dari toko sembako hingga klinik kesehatan. Langkah tersebut diharapkan memperkuat ekonomi kerakyatan menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....