Mengapa Piala Dunia Hanya Digelar Empat Tahun Sekali? Simak!
- 20 Jun 2026 14:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Persiapan penyelenggaraan membutuhkan waktu bertahun-tahun, termasuk pembangunan stadion, transportasi, dan fasilitas pendukung lainnya.
- Jadwal empat tahunan menjaga keseimbangan kompetisi sepak bola dunia, mengingat padatnya kalender pemain serta mempertahankan tradisi yang telah berlangsung sejak Piala Dunia pertama pada 1930.
- Piala Dunia digelar empat tahun sekali karena proses kualifikasi yang panjang, melibatkan banyak negara dari berbagai konfederasi untuk memperebutkan tiket ke putaran final.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ajang Piala Dunia FIFA selalu menjadi sorotan penggemar sepak bola di seluruh dunia. Turnamen ini kembali digelar pada 2026 dengan melibatkan 48 tim peserta.
Dikutip dari GOAL, Piala Dunia 2026 akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Sebanyak 104 pertandingan dijadwalkan berlangsung selama 39 hari kompetisi.
Banyak penggemar bertanya mengapa Piala Dunia hanya diselenggarakan setiap empat tahun sekali. Salah satu alasannya adalah panjangnya proses kualifikasi yang berlangsung di berbagai wilayah dunia.
Tim nasional harus melewati babak kualifikasi untuk mendapatkan tiket ke putaran final. Proses tersebut membutuhkan waktu lama karena melibatkan banyak negara peserta.
Selain kualifikasi, penyelenggaraan Piala Dunia memerlukan persiapan infrastruktur yang besar. Stadion, transportasi, dan fasilitas pendukung harus disiapkan jauh sebelum turnamen dimulai.
Dikutip dari GOAL, Qatar membangun tujuh stadion baru menjelang Piala Dunia 2022. Stadion Internasional Khalifa juga menjalani renovasi untuk mendukung penyelenggaraan turnamen.
Siklus empat tahunan juga mengikuti pola yang sama dengan Olimpiade. Piala Dunia pertama pada 1930 ditempatkan di antara dua penyelenggaraan Olimpiade.
Faktor lain yang dipertimbangkan adalah padatnya jadwal pertandingan para pemain profesional. Mereka juga harus membela klub dan tim nasional dalam berbagai kompetisi.
Dikutip dari GOAL, FIFA sempat mengkaji kemungkinan menggelar Piala Dunia setiap dua tahun. Namun, usulan tersebut mendapat penolakan dari UEFA dan CONMEBOL.
Sejak kembali digelar pada 1950 setelah Perang Dunia II, format empat tahunan tetap dipertahankan. Pengecualian terjadi pada 2022 ketika turnamen dipindahkan ke akhir tahun di Qatar. (Agnes Claudia Ohoira).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....