Disbud DKI Pamerkan Puluhan Wastra Langka di Museum Tekstil Jakarta
- 25 Jun 2026 02:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Disbud DKI Jakarta memamerkan 60 wastra langka hasil kurasi dari 500 koleksi dalam peringatan HUT ke-50 Museum Tekstil.
- Sejumlah koleksi yang dipamerkan berusia lebih dari 100 tahun dan mencerminkan kekayaan budaya Indonesia.
- Museum Tekstil menerima hibah 114 kain ulos dari kolektor Torang Sitorus untuk memperkaya koleksi wastra Nusantara.
RRI.CO.ID, Jakarta - Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta meresmikan pameran wastra langka bertajuk 'Menjaga Warisan Budaya untuk Masa Depan' di Jakarta. Pameran tersebut menjadi bagian rangkaian peringatan HUT ke-50 Museum Tekstil dan Himpunan Wastraprema (HWP) tahun ini.
Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary mengatakan pameran menampilkan puluhan koleksi wastra pilihan. Seluruh koleksi yang dipamerkan merupakan hasil kurasi dari berbagai koleksi bersejarah yang tersimpan sebelumnya.
"Kami menampilkan enam puluh wastra pilihan dari berbagai koleksi bersejarah yang dimiliki. Beberapa di antaranya bahkan telah berusia lebih dari seratus tahun dan memiliki nilai budaya tinggi," katanya saat ditemui wartawan usai peresmian wastra langka 'Menjaga Warisan Budaya untuk Masa Depan', Museum Tekstil, Jakarta Pusat, Rabu, 24 Juni 2026.
Ia menyampaikan bahwa sebanyak enam puluh wastra terpilih ditampilkan merupakan seleksi dari lima ratus koleksi. Karya-karya tersebut berasal dari sumbangan tokoh serta para pencinta wastra yang peduli terhadap pelestarian budaya.
Ia menjelaskan sejumlah koleksi yang dipamerkan memiliki nilai sejarah tinggi karena telah berusia lebih seratus tahun. "Keberadaan koleksi tersebut menunjukkan kekayaan budaya Indonesia yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang," ucapnya.
Ia mengatakan Museum Tekstil juga menerima hibah seratus empat belas kain ulos dari kolektor Torang Sitorus. Penambahan koleksi tersebut dinilai semakin memperkaya khazanah wastra Nusantara yang tersimpan di museum.
Menurutnya, hibah tersebut memiliki arti penting karena menjadi koleksi ulos pertama yang dimiliki Museum Tekstil. Kehadiran koleksi baru itu diharapkan dapat memperluas pengetahuan masyarakat mengenai keragaman wastra Indonesia.

Salah satu Kain Panjang Gajah Birawa yang dibuat oleh R.Ay Siti Hartinah Soeharto turut mewarnai pameran wastra langka 'Menjaga Warisan Budaya untuk Masa Depan', Museum Tekstil, Jakarta Pusat, Rabu, 24 Juni 2026. (Foto: RRI/Annisa Ramadhannia)
Pameran tersebut, kata dia, akan berlangsung selama dua bulan yakni sejak 24 Juni-30 Agustus 2026. Pengunjung dapat melihat sekaligus mempelajari perkembangan wastra Indonesia dari masa ke masa secara langsung.
"Kami mengajak masyarakat hadir untuk melihat dan mempelajari perkembangan wastra Indonesia dari berbagai periode sejarah. Pameran ini menjadi kesempatan mengenal kekayaan budaya bangsa melalui koleksi tekstil yang sangat berharga," ujarnya.
Ia menyampaikan sebagian besar koleksi yang dipamerkan berasal dari sumbangan para tokoh dan kolektor wastra. Kontribusi tersebut dinilai penting dalam mendukung upaya pelestarian warisan budaya melalui Museum Tekstil Jakarta.
Ia mengapresiasi para kolektor yang bersedia menyerahkan koleksi warisan keluarga untuk kepentingan pelestarian budaya nasional. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan dedikasi besar dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya Indonesia.
Sementara itu, seluruh kain yang dipamerkan di Museum Tekstil merupakan kurasi terbaik dari hibah HWP sejak 1976. Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Himpunan Wastraprema periode 2023-2027 Sri Sintasari (Neneng) Iskandar.
"Pada awal pendirian, HWP menghibahkan 500 lembar wastra dari tokoh bangsa seperti dari Ibu Negara Tien Suharto. Selain itu, ada juga Ali Sadikin, Go Tik Swan, Gusti Putri Mangkunegoro VIII, Lasmidjah Hardi, dan Herawati Diah," ucapnya.
Ia menambahkan, pada peringatan 25 tahun Museum Tekstil, Himpunan Wastraprema pernah menyerahkan sekitar 200 helai wastra kepada museum. Memasuki usia ke-50 tahun, Himpunan Wastraprema kembali memberikan kontribusi melalui hibah 114 kain ulos dari kolektor Torang Sitorus.
| Baca juga: Wapres Dukung Pelestarian Ulos Sumatra Utara |
Menurutnya, hibah tersebut menjadi tambahan penting bagi koleksi Museum Tekstil Jakarta. Penambahan koleksi itu juga diharapkan memperkaya dokumentasi dan pelestarian wastra Nusantara bagi generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....