Simak Aturan Busana Pria dalam Kirab 1 Suro di Pura Mangkunegaran Solo
- 16 Jun 2026 16:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Peserta pria Kirab 1 Suro di Pura Mangkunegaran wajib mengenakan busana adat sesuai pakem, meliputi blangkon gaya Mangkunegaran, beskap hitam polos, dan keris berwarangka gayaman.
- Panitia juga mengatur penggunaan aksesori dan bawahan, seperti epek timang sederhana, jarik sogan motif Surakarta gaya Mangkunegaran, serta alas kaki hitam tanpa ornamen mencolok.
- Kepatuhan terhadap tata busana tidak hanya untuk menjaga kerapian, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai spiritual, adat, dan kesakralan tradisi Kirab 1 Suro.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kirab 1 Suro di Pura Mangkunegaran menjadi tradisi budaya yang sarat nilai spiritual dan penghormatan leluhur. Peserta pria yang mengikuti prosesi diwajibkan mematuhi ketentuan busana adat sesuai pakem Mangkunegaran yang berlaku.
Penampilan peserta tidak hanya mencerminkan kerapian, tetapi juga menunjukkan penghormatan terhadap nilai budaya Jawa setempat. Karena itu, panitia menetapkan sejumlah aturan berpakaian yang harus dipatuhi selama rangkaian kirab berlangsung.
1. Blangkon Gaya Mangkunegaran
Peserta pria diwajibkan mengenakan blangkon gaya Mangkunegaran dengan ciri khas simpul pita pada bagian belakang. Blangkon tersebut tidak boleh dihiasi prada maupun bros agar tetap sederhana sesuai ketentuan panitia.
2. Beskap Hitam Polos
Selain blangkon, peserta harus memakai beskap krowok hitam polos dengan kancing berwarna hitam tanpa hiasan tambahan. Penggunaan beskap beludru, bordir emas, maupun kancing emas tidak diperkenankan selama mengikuti prosesi sakral tersebut.
3. Keris Berwarangka Gayaman
Sebagai pelengkap busana adat, peserta juga diwajibkan mengenakan keris berwarangka gayaman sesuai tata cara tradisional. Keris tersebut diselipkan pada bagian belakang tubuh mengikuti aturan berpakaian adat yang berlaku setempat.
4. Epek Timang Sederhana
Peserta juga dianjurkan menggunakan epek timang berwarna gelap dengan model sederhana tanpa ornamen mencolok berlebihan. Ketentuan tersebut bertujuan menjaga keselarasan penampilan peserta dengan suasana kirab yang berlangsung khidmat.
5. Jarik dan Alas Kaki
Untuk bawahan, peserta diwajibkan memakai jarik sogan bermotif Surakarta gaya Mangkunegaran sesuai aturan resmi panitia. Motif Parang dan Lereng tidak diperbolehkan digunakan karena tidak sesuai dengan ketentuan prosesi kirab.
Alas kaki yang dikenakan harus berwarna hitam tanpa motif emas maupun bahan beludru yang mencolok. Seluruh peserta juga diwajibkan melepas alas kaki saat kirab sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi.
6. Menjaga Kesakralan Tradisi
Kirab 1 Suro di Pura Mangkunegaran selama ini dikenal sebagai tradisi yang sarat makna spiritual mendalam. Kepatuhan terhadap tata busana menjadi bagian penting dalam menjaga kesakralan serta kelestarian warisan budaya Jawa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....