Indonesia dan Italia Jajaki Kolaborasi Seni, Siapkan Pameran Seniman Italia

  • 07 Mei 2026 21:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Direktur Istituto Italiano di Cultura Jakarta, Michele Carvallaro, membuka peluang kerja sama budaya Indonesia-Italia dan menyiapkan proyek pameran seniman Italia di Indonesia.
  • Direktur Artistik Restu Kusumaningrum menyebut kebutuhan utama proyek seni mendatang adalah dukungan teknologi artistik dan peralatan pertunjukan dari Italia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Istituto Italiano di Cultura Jakarta, Michele Carvallaro membuka peluang kolaborasi budaya lebih luas antara Indonesia dan Italia, terkhusus bidang seni. Hal itu disampaikan merespons harapan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon terkait kerja sama menghadirkan seniman visual ternama Italia ke Indonesia.

Michele mengatakan salah satu tugas utama Istituto Italiano di Cultura adalah menyelenggarakan pameran seni seniman Italia di Indonesia. Saat ini, pihaknya juga tengah menyiapkan sejumlah proyek budaya yang diharapkan dapat segera terealisasi dalam beberapa bulan ke depan.

“Sudah menjadi bagian dari pekerjaan kami untuk mengadakan pameran seni seniman Italia di Indonesia. Kami sedang mengerjakan beberapa proyek dan berharap dalam beberapa bulan ke depan ada seniman Italia yang menggelar pameran di Indonesia,” kata Michele di Kediaman Duta Besar Italia di Jakarta Selatan, Kamis, 7 Mei 2026.

Menurutnya, berbagai program seni dan pameran akan terus diperkenalkan sebagai bagian dari penguatan hubungan budaya kedua negara. “Ini adalah salah satu lini kerja dari institut kami, kami sangat terbuka untuk kolaborasi budaya ke depannya,” ujarnya.

Ia juga menyatakan kebanggaannya dapat mendukung kehadiran Indonesia dalam festival seni internasional seperti La Biennale di Venezia. “Kami senang dan bangga bisa menyambut serta memperkenalkan kehadiran Indonesia di festival kami,” ucap Michele.

Sementara itu, Direktur Artistik, Restu Kusumaningrum mengungkapkan kebutuhan utama dalam proyek seni mendatang bukanlah aktor Italia, melainkan dukungan teknologi. Menurutnya, dukungan tersebut penting untuk mendukung proyek keliling seni dan musik di Aceh.

“Saya tidak membutuhkan aktor Italia, tetapi teknologi berbakat dari Italia. Kami membutuhkan tim dengan peralatan yang bagus untuk mendukung proyek kami berikutnya,” kata Restu.

Restu mengatakan, sejumlah peralatan musik dan pendukung pertunjukan di Aceh mengalami kerusakan sehingga para musisi kesulitan tampil. Karena itu, ia berharap ada dukungan teknis seperti sound engineer dan perangkat rekaman dari Italia.

Selain itu, Ia menjelaskan proses regenerasi aktor dalam produksi teater yang mereka jalankan. Ia menyebut produksi Under The Volcano kini memasuki generasi ketiga.

“Generasi pertama masih ada dan mengajarkan pengalamannya kepada aktor-aktor berikutnya. Di situ kita bisa melihat kekuatan sutradara dalam menjaga keseluruhan pertunjukan tetap selaras,” ujar Restu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....