Menbud Fadli Dorong Revitalisasi Anjungan Daerah di TMII

  • 02 Mei 2026 16:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menbud Fadli menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan serta revitalisasi anjungan daerah di Taman Mini Indonesia Indah, dengan melibatkan peran aktif pemerintah provinsi.
  • Anjungan daerah dinilai sebagai cerminan kearifan lokal sekaligus etalase budaya tiap provinsi, sehingga memerlukan pengelolaan dan perawatan yang menyeluruh.
  • Kebudayaan dipandang sebagai kekuatan lunak (soft power) yang mampu menggerakkan ekonomi dan industri budaya, sementara anjungan TMII menjadi representasi nyata keragaman budaya Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan anjungan daerah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Dukungan tersebut juga diiringi dorongan kepada pemerintah provinsi untuk berperan aktif dalam pengelolaan anjungan daerah.

Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, menyampaikan bahwa anjungan daerah merupakan cerminan kekayaan kearifan lokal Indonesia. Menurutnya, anjungan tersebut memerlukan perawatan serta pengelolaan secara menyeluruh.

"Peran pemerintah daerah dalam memelihara anjungan tentu sangat penting. Karena anjungan merupakan etalase dari tiap provinsi di Indonesia," ucapnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Jumat, 1 Mei 2026.

Ia menekankan bahwa kebudayaan saat ini telah menjadi kekuatan lunak (soft power) yang mampu menggerakkan ekonomi budaya. Dan juga industri budaya (cultural industry) di berbagai negara.

Oleh karena itu, TMII didorong untuk terus mengedepankan kebudayaan sebagai fondasi utama. Terutama dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan, inovatif, dan relevan lintas generasi.

Senada dengan Menbud Fadli, Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan pun demikian. Ia mengatakan bahwa anjungan di TMII merupakan representasi fisik dari kekayaan budaya Indonesia.

.

"Peran anjungan daerah sangat penting karena menjadi jendela keragaman budaya Indonesia. Khususnya melalui kisah-kisah dari masing-masing daerah," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....