Tari Topeng Malangan, Warisan Budaya Khas Malang Sarat Makna

  • 29 Mar 2026 16:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tari Topeng Malangan berasal dari Malang dan berkembang sejak era Kerajaan Kediri hingga Singosari.
  • Tarian ini menggunakan topeng dengan makna simbolis yang menggambarkan karakter dan sifat manusia.
  • Selain hiburan, Tari Topeng Malangan berfungsi sebagai media pendidikan nilai moral dan pelestarian budaya lokal.

RRI.CO.ID, Jakarta - Tari Topeng Malangan merupakan salah satu kesenian tradisional khas Malang, Jawa Timur. Tarian ini dikenal karena penggunaan topeng sebagai identitas utama dalam setiap pertunjukannya.

Melansir dari berbagai sumber, Tari Topeng Malangan telah berkembang sejak masa kerajaan di Jawa Timur. Kesenian ini diyakini muncul sejak era Kerajaan Kediri dan berlanjut hingga masa Singosari.

Pada awalnya, tarian ini digunakan sebagai bagian dari ritual dan upacara adat masyarakat. Seiring waktu, fungsinya berkembang menjadi hiburan serta pertunjukan dalam acara resmi, termasuk penyambutan tamu penting.

Cerita yang dibawakan dalam Tari Topeng Malangan umumnya diambil dari kisah klasik seperti Panji, Ramayana, dan Mahabharata. Alur cerita tersebut kemudian diwujudkan melalui karakter yang diperankan oleh penari.

Setiap topeng memiliki makna filosofis yang mencerminkan sifat manusia. Misalnya, topeng berwarna putih melambangkan kesucian, merah menggambarkan amarah atau nafsu, dan hijau melambangkan kehidupan.

Gerakan dalam tarian ini juga memiliki ciri khas tersendiri. Penari harus menyesuaikan gerakan dengan karakter tokoh, mulai dari halus hingga tegas dan gagah.

Salah satu gerakan khasnya adalah posisi kaki terbuka lebar yang dikenal dengan istilah tanjak. Gerakan tersebut memperkuat ekspresi karakter yang ditampilkan di atas panggung.

Selain topeng, tarian ini juga didukung oleh berbagai properti lain. Di antaranya kostum, sampur, selendang, hingga aksesoris kepala yang menyesuaikan tokoh.

Melansir dari jurnal Universitas Negeri Malang, Tari Topeng Malangan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan. Tarian ini juga menjadi media penyampaian nilai moral, pendidikan karakter, dan kearifan lokal.

Hingga kini, Tari Topeng Malangan tetap dilestarikan oleh masyarakat sebagai identitas budaya daerah. Keberadaannya menjadi bukti kekayaan seni tradisional Indonesia yang masih bertahan di tengah perkembangan zaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....