Mengenal Sahabat Pena di Balik Gagasan Raden Ajeng Kartini
- 19 Apr 2026 14:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemikiran Kartini banyak tertuang dalam kumpulan surat yang kemudian dibukukan. Karya tersebut dikenal dengan judul 'Door Duisternis tot Licht' atau 'Habis Gelap Terbitlah Terang'.
- Di balik lahirnya buku tersebut, terdapat peran penting sahabat pena Kartini. Mereka menjadi tempat berbagi gagasan sekaligus membantu menyebarkan pemikiran Kartini.
RRI.CO.ID, Jakarta - Setiap peringatan Hari Kartini pada 21 April, masyarakat mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini. Ia dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan di Indonesia.
Pemikiran Kartini banyak tertuang dalam kumpulan surat yang kemudian dibukukan. Karya tersebut dikenal dengan judul 'Door Duisternis tot Licht' atau 'Habis Gelap Terbitlah Terang'.
Di balik lahirnya buku tersebut, terdapat peran penting sahabat pena Kartini. Mereka menjadi tempat berbagi gagasan sekaligus membantu menyebarkan pemikiran Kartini.
Kartini mulai aktif menulis surat sejak masa pingitan setelah meninggalkan sekolah. Ia mengisi waktu dengan membaca surat kabar dan majalah dari Eropa.
Salah satu media yang mempertemukannya dengan sahabat pena adalah majalah De Hollandsche Lelie. Dari sanalah Kartini mulai menjalin komunikasi dengan sejumlah tokoh di Belanda.
Berikut sejumlah sahabat pena Kartini yang berperan dalam perjalanan pemikirannya:
1. Estella Zeehandelaar atau Stella
Ia merupakan feminis yang membuka wawasan Kartini tentang kesetaraan perempuan. Melalui Stella, Kartini memahami pentingnya pendidikan dan kebebasan berpikir.
2. Pieter Sijthoff
Ia dikenal mendukung Kartini agar memperoleh kesempatan belajar lebih luas. Dukungan ini membantu Kartini menjangkau pemikiran dari luar lingkungan pingitan.
3. Henri van Kol
Ia merupakan pengamat sosial ekonomi yang sering berdiskusi dengan Kartini. Topik yang dibahas meliputi keadilan sosial dan kondisi masyarakat.
4. Rosa Abendanon
Rosa menjadi tempat Kartini berbagi cerita secara emosional. Kepadanya, Kartini menuliskan berbagai perasaan dan harapan.
Peran penting juga datang dari Jacques Henri Abendanon. Ia mengumpulkan surat-surat Kartini hingga menjadi buku yang dikenal luas.
5. Marie Ovink-Soer
Ia memperkenalkan Kartini pada budaya Barat. Interaksi ini memperkaya sudut pandang Kartini terhadap dunia luar.
6. Hilda de Booy
Ia menjalin hubungan persahabatan melalui surat-menyurat dengan Kartini. Pertukaran pemikiran ini menunjukkan hubungan lintas budaya pada masa itu.
Surat-surat Kartini tidak hanya berisi kisah pribadi, tetapi juga gagasan besar. Pemikiran tersebut menjadi dasar perjuangan emansipasi perempuan Indonesia.
Kini, lebih dari seabad kemudian, surat-surat Kartini masih dapat dibaca. Isinya tetap relevan sebagai pengingat bahwa perjuangan perempuan terus berlanjut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....