Simak Hari Besar Nasional, Internasional Diperingati 18 April

  • 18 Apr 2026 07:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tanggal 18 April memperingati tiga momen penting nasional dan internasional
  • Hari Konferensi Asia-Afrika menjadi tonggak kerja sama dan perdamaian dunia
  • Peringatan autisme dewasa dan pelestarian situs budaya tingkatkan kesadaran global

RRI.CO.ID, Jakarta – Tanggal 18 April memperingati sejumlah momen penting di tingkat nasional dan internasional. Peringatan tersebut mencakup sejarah, kemanusiaan, serta upaya pelestarian warisan budaya dunia.

Setidaknya terdapat tiga peringatan utama yang diperingati setiap 18 April. Momen ini berkaitan dengan Konferensi Asia-Afrika, kesadaran autisme dewasa, serta pelestarian monumen dan situs budaya.

Berikut sejumlah perayaan yang diperingati setiap tanggal 18 April melansir dari National Today:

1. Hari Konferensi Asia-Afrika

Peringatan ini merujuk pada pelaksanaan Konferensi Asia-Afrika yang digelar pada 18 hingga 25 April 1955 di Bandung. Konferensi tersebut menjadi tonggak kerja sama negara Asia dan Afrika di tengah situasi global pasca Perang Dunia II.

Pertemuan ini diprakarsai Indonesia bersama sejumlah negara lain melalui gagasan dalam Konferensi Colombo 1954. Hasilnya melahirkan Dasasila Bandung yang menekankan perdamaian dunia dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

2. Hari Kesadaran Autisme Dewasa

Setiap 18 April juga diperingati sebagai Hari Kesadaran Autisme Dewasa di tingkat internasional. Peringatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap tantangan yang dihadapi penyandang autisme saat dewasa.

Autisme atau Gangguan Spektrum Autisme ditandai dengan hambatan dalam interaksi sosial dan komunikasi. Peringatan ini mendorong terciptanya lingkungan yang lebih inklusif bagi penyandang autisme.

3. Hari Monumen dan Situs Internasional

Selain itu, 18 April juga diperingati sebagai Hari Monumen dan Situs Internasional di seluruh dunia. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga warisan budaya.

Hari ini dikembangkan oleh International Council of Monuments and Sites pada 1982 dan kemudian diadopsi oleh UNESCO. Setiap tahun, tema khusus ditetapkan untuk mendorong pelestarian situs bersejarah di berbagai negara.

Melalui berbagai peringatan tersebut, 18 April menjadi momentum refleksi bagi masyarakat global. Nilai sejarah, kemanusiaan, dan budaya diharapkan terus dijaga untuk generasi mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....