Sejahterakan Pelaku Seni, Kemenbud Permudah Pengajuan Dana Abadi Kebudayaan

  • 02 Apr 2026 19:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemenbud menyederhanakan proses pengajuan Dana Abadi Kebudayaan melalui sistem digital terintegrasi setelah banyak keluhan terkait prosedur yang rumit.
  • Perbaikan dilakukan bersama LPDP dengan tetap menjaga prinsip transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan sasaran, serta mempermudah proses dari pendaftaran hingga verifikasi.
  • Bambang Wibawarta menekankan pentingnya peningkatan kualitas program agar berdampak luas, termasuk bagi komunitas budaya serta kelompok rentan seperti perempuan, anak, dan difabel.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan melakukan penyederhanaan proses pengajuan Dana Abadi Kebudayaan guna memudahkan akses bagi para pelaku budaya. Langkah ini dilakukan setelah adanya berbagai keluhan terkait proses yang dinilai rumit dan memakan waktu.

Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mengatakan perbaikan layanan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Evaluasi ini tentang pelaksanaan program yang sebelumnya pernah dijalani.

"Kami menerima banyak masukan, terutama dari pelaku budaya, terkait proses yang dinilai cukup kompleks. Padahal, tujuan awalnya adalah untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan sasaran," ucapnya kepada wartawan usai konferensi pers: Program Dana Indonesia Raya 2026, Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Kamis, 2 April 2026.

Sebagai solusi, Kemenbud mengembangkan sistem berbasis teknologi yang lebih sederhana tanpa mengurangi prinsip transparansi. Melalui aplikasi yang telah dibangun bersama LPDP, kini seluruh proses dapat dilakukan secara terintegrasi.

Dengan sistem baru tersebut, diharapkan pelaku budaya dapat lebih mudah mengakses program pendanaan. Ia menegaskan, bahwa proses registrasi hingga verifikasi juga dirancang lebih ringkas, sehingga mempercepat penyaluran bantuan.

"Kita coba untuk menyederhanakan proses ini melalui aplikasi yang telah kita bangun dan telah kita setujui bersama LPDP. Sebagai bagian dari proses untuk registrasi sampai verifikasi," katanya.

Pendaftaran Dana Abadi Kebudayaan saat ini dapat diakses secara daring melalui laman resmi danaindonesiaraya.com. Ia berharap langkah ini dapat memperluas jangkauan penerima manfaat serta mendorong pertumbuhan ekosistem kebudayaan nasional secara lebih inklusif.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, Bambang Wibawarta menyoroti pentingnya peningkatan kualitas program Dana Abadi Kebudayaan. Hal ini dilakukan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, terutama oleh masyarakat kecil dan komunitas budaya.

"Program tersebut harus mampu memberikan dampak nyata, termasuk melalui penguatan jejaring komunitas. Terutama bagi perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas dalam pelaksanaan program kebudayaan," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....