Sejarah Tradisi Angpau dalam Perayaan Imlek
- 15 Feb 2026 14:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Tradisi angpao menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Imlek setiap tahunnya. Amplop merah berisi uang ini melambangkan doa keberuntungan dan kebahagiaan.
Melansir dari berbagai sumber, tradisi ini sudah ada sejak Tiongkok kuno. Awalnya masyarakat menggunakan koin yang dirangkai benang merah sebagai simbol penolak bala.
Pada masa Dinasti Han (202 SM–220 M) di Tiongkok kuno, koin khusus dibuat dengan tulisan doa dan harapan baik. Benda tersebut dipercaya mampu melindungi anak-anak dari gangguan roh jahat dan kemalangan.
| Baca juga: Ini Dia Tradisi 1 Muharram di Pulau Jawa |
Memasuki Dinasti Tang (618–907 M), kebiasaan memberi uang saat tahun baru semakin meluas. Orang tua memberikan uang kepada anak sebagai simbol perlindungan dan restu.
Pada era Dinasti Song hingga Qing, bentuk pemberian makin beragam. Koin mulai dibungkus kain atau kertas merah sebagai lambang keberuntungan.
Warna merah dipilih karena diyakini membawa energi positif dan mengusir nasib buruk. Dari sinilah muncul bentuk amplop merah yang kini dikenal luas dengan nama angpau.
Memasuki abad ke-20, uang kertas menggantikan koin dalam angpau. Bentuknya semakin praktis dan dihias simbol keberuntungan seperti huruf emas.
Di era modern, angpau bahkan hadir dalam versi digital melalui aplikasi pesan instan. Meski medianya berubah, maknanya tetap sama sebagai simbol berbagi rezeki dan doa baik.
Tradisi ini bukan sekadar memberi uang kepada anak-anak atau yang belum menikah. Angpau juga menjadi cara mempererat hubungan keluarga saat Imlek tiba.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....