Istilah Berbuka dengan yang Mani-Manis Populer di Bulan Ramadhan

  • 20 Feb 2026 09:34 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Bove Digoe - Istilah "berbuka dengan yang manis-manis" pasti anda sudah sering mendengarnya apalagi saat bulan Ramadhan. sebenarnya sudah jadi semacam "semboyan" nasional di Indonesia setiap bulan Ramadan. Apa sebenanrnya yang menjadi makna/ maksud dari slogan ini. Berikut penjelasannya dari berbagai sudut pandang

1. Sisi Medis: Mengembalikan Energi (Glukosa)

Setelah belasan jam tidak makan, kadar gula darah dalam tubuh menurun drastis. Akibatnya, kita sering merasa lemas, pusing, atau kurang fokus menjelang magrib.

  • Fungsinya: Rasa manis biasanya datang dari karbohidrat sederhana yang cepat diserap tubuh.
  • Efeknya: Tubuh mendapatkan lonjakan energi instan sehingga rasa lemas cepat hilang.

2. Sisi Sunnah (Perspektif Agama)

Istilah ini sering dikaitkan dengan anjuran Nabi Muhammad SAW untuk berbuka dengan Kurma.

  • Kurma mengandung gula alami (fruktosa dan glukosa) yang sehat serta serat tinggi.
  • Jika tidak ada kurma, dianjurkan berbuka dengan air putih. Jadi, maksud aslinya bukanlah sembarang makanan manis (seperti boba atau donat), melainkan manis yang alami dan menyehatkan.

3. Sisi Budaya & Marketing

Nah, ini yang paling unik di Indonesia. Slogan "Berbukalah dengan yang manis" sangat populer karena pengaruh iklan sirup dan minuman kemasan sejak tahun 90-an. Akhirnya, istilah ini meluas menjadi budaya mengonsumsi takjil seperti: Kolak, es campur, dan gorengan (yang sering dimakan bareng saus manis/kecap).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....