Dapur MBG Harus Mematuhi Batasan Pelayanan Sasaran
- 12 Okt 2025 04:29 WIB
- Bovendigoel
KBRN, Boven Digoel: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat, merupakan langkah strategis untuk mendukung pemenuhan gizi generasi penerus. Namun dalam pelaksanaannya, program ini memiliki sejumlah ketentuan teknis yang wajib dipatuhi, terutama terkait batasan jumlah sasaran yang dilayani oleh tiap unit dapur.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel, Maria Lepong. Ia menegaskan, tiap dapur MBG memiliki batasan jumlah siswa yang dapat dilayani.
“Pelayanan dalam program MBG harus dilakukan sesuai kapasitas dapur. Jika dapur melayani jumlah sasaran yang melebihi batas kemampuan, maka kualitas pelayanan bisa sangat terpengaruh,” ucap Maria, Senin (6/10/2025).
Menurutnya, dampak dari pelanggaran batasan ini tidak hanya berdampak pada kualitas makanan yang disajikan Tetapi juga pada proses penyajian dan distribusi makanan itu sendiri.
Baca Juga: Tenaga Kerja Dapur MBG Harus Libatkan Masyarakat Lokal
Jika beban kerja dapur terlalu tinggi, maka makanan bisa disiapkan terburu-buru dan penyajian menjadi lambat. Akhirnya siswa pun terpaksa menunggu lama hingga makanan siap dikonsumsi.
“Waktu sangat krusial dalam penyajian makanan. Apalagi makanan yang sudah dimasak memiliki batas waktu ideal untuk dikonsumsi. Jika terlalu lama, kualitasnya menurun bahkan bisa membahayakan kesehatan,” kata Maria.
Maria menjelaskan, makanan yang dibiarkan terlalu lama setelah dimasak berpotensi mengalami perubahan fisik dan kimia, seperti basi, terkontaminasi bakteri, atau kehilangan kandungan gizinya. Hal ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan ringan hingga risiko keracunan makanan.
Ia juga menekankan, penting bagi pihak sekolah, pengelola dapur, dan dinas teknis terkait untuk memahami dan mematuhi standar operasional yang telah ditetapkan. Termasuk dalam hal ini adalah rasio jumlah siswa dengan kapasitas produksi dapur.
Selain itu jarak tempuh antara dapur dan lokasi distribusi makanan, serta waktu maksimal penyajian makanan setelah dimasak. Dinas Kesehatan Boven Digoel, akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi rutin terhadap pelaksanaan program MBG di lapangan.
Apabila ditemukan pelanggaran seperti kelebihan sasaran dalam satu dapur, pihaknya tidak akan segan memberikan teguran atau rekomendasi perbaikan.
“Kita mendukung penuh program ini, tetapi pelaksanaannya harus sesuai standar. Jangan sampai niat baik memberikan makanan sehat justru berujung pada masalah kesehatan karena prosedur yang tidak dipatuhi,” ucapnya.
Dengan pengawasan yang ketat dan pemahaman menyeluruh terhadap batasan teknis program, diharapkan MBG di Kabupaten Boven Digoel dapat berjalan efektif. Sehingga memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak sekolah sebagai generasi penerus bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....