Indonesia Kaya Ragam Kuliner, Sate Salah Satunya

  • 30 Sep 2026 14:53 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Indonesia kaya akan ragam kuliner sate, di mana hampir setiap daerah memiliki ciri khas, bumbu, dan jenis daging yang berbeda. Berikut adalah beberapa jenis sate paling populer dan ikonik di Indonesia:

1. Sate Madura (Jawa Timur)

  • Ciri khas: Menggunakan daging ayam, kambing, atau sapi yang dipotong kecil-kecil.
  • Bumbu: Disajikan dengan bumbu kacang yang dihaluskan, dicampur dengan kecap manis, bawang merah iris, dan cabai rawit.
  • Pelengkap: Sering disantap dengan lontong atau nasi putih, serta sambal rawit hijau.

2. Sate Padang (Sumatera Barat)

  • Ciri khas: Menggunakan daging sapi, lidah, atau jeroan (usus, jantung, babat) yang direbus terlebih dahulu dalam bumbu rempah khusus sebelum dibakar.
  • Bumbu: Memiliki kuah sate yang khas, yaitu kuah kental berwarna kuning kecokelatan berbahan dasar tepung beras (atau kanji) yang dicampur dengan kaldu daging dan kaya akan rempah seperti kunyit, jahe, lengkuas, dan jintan. Rasanya gurih dan pedas.
  • Pelengkap: Keripik singkong balado (sanjai) dan bawang goreng.

3. Sate Maranggi (Purwakarta, Jawa Barat)

  • Ciri khas: Terbuat dari daging sapi atau kambing. Keunikan utamanya terletak pada proses marinasi (bumbu rendaman) daging sebelum dibakar, sehingga bumbunya meresap sempurna hingga ke dalam serat daging.
  • Bumbu: Tidak menggunakan bumbu kacang atau kuah kuning, melainkan disajikan dengan sambal tomat segar yang diberi kecap manis, cabai rawit, dan air jeruk limau.
  • Pelengkap: Ketan bakar (beberepa daerah) dan oncom.

4. Sate Lilit (Bali)

  • Ciri khas: Sangat unik karena dagingnya (biasanya ikan cincang, ayam, atau babi) tidak ditusuk dengan lidi bambu tipis, melainkan dililitkan pada batang serai atau tusuk sate yang pipih dan lebar dari bambu/tebu.
  • Bumbu: Menggunakan bumbu base genep khas Bali yang kaya akan rempah, santan, dan parutan kelapa sangrai.
  • Pelengkap: Sering disajikan bersama sambal matah dan nasi mengguh.

5. Sate Padang Panjang & Sate Pariaman (Sumatera Barat)

  • Varian lain dari Sate Padang. Sate Padang Pariaman biasanya memiliki kuah yang berwarna merah karena dominasi cabai dan rasanya yang jauh lebih pedas, sedangkan Sate Padang Panjang cenderung berwarna kekuningan.

6. Sate Amuntai (Kalimantan Selatan)

  • Ciri khas: Menggunakan daging itik (bebek) lokal khas Amuntai yang bertekstur empuk.
  • Bumbu: Menggunakan bumbu kacang yang dicampur dengan kecap dan rempah-rempah beraroma harum, serta disajikan dengan irisan mentimun dan cabai.

7. Sate Klatak (Yogyakarta)

  • Ciri khas: Menggunakan daging kambing muda. Keunikannya terletak pada tusuk satenya yang menggunakan jeruji sepeda (bukan bambu) agar panas dari arang bisa menghantarkan kematangan hingga ke bagian dalam daging.
  • Bumbu: Sangat sederhana, hanya dibumbui dengan garam, bawang putih, dan ketumbar (tanpa kecap atau bumbu kacang). Disajikan bersama kuah gulai terpisah yang gurih.

8. Sate Ponorogo (Jawa Timur)

  • Ciri khas: Daging ayam dipotong dengan cara diiris tipis melebar (dilempengkan) menyerupai filleting sebelum ditusuk. Satu tusuk biasanya hanya berisi satu iris daging yang cukup panjang.
  • Bumbu: Bumbu kacangnya diolah dengan cara digiling tidak terlalu halus dan dicampur dengan bumbu kecap serta jeruk nipis. Sering disajikan dengan sambal kacang dan acar.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....