Makanan Tradisional Indonesia yang Mulai Terlupakan

  • 22 Apr 2026 09:25 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa, namun tidak semua makanan tradisional mampu bertahan di tengah arus modernisasi. Seiring berkembangnya zaman, banyak makanan khas daerah yang mulai jarang ditemui, bahkan hampir punah. Hal ini disebabkan oleh perubahan gaya hidup, kurangnya regenerasi pembuat, serta kalah bersaing dengan makanan modern yang lebih praktis.

Salah satu contoh makanan tradisional yang mulai jarang ditemukan adalah gudeg manggar, yaitu olahan bunga kelapa muda yang berasal dari daerah Yogyakarta. Berbeda dengan gudeg nangka yang lebih populer, gudeg manggar memiliki rasa unik dan proses pembuatan yang cukup rumit, sehingga kini semakin sedikit orang yang membuatnya.

Selain itu, ada juga kue rangi, jajanan tradisional khas Jakarta yang terbuat dari campuran sagu dan kelapa, disajikan dengan saus gula merah. Dahulu kue ini mudah ditemukan di pinggir jalan, namun sekarang keberadaannya semakin jarang karena tergeser oleh jajanan modern.

Contoh lainnya adalah sayur babanci dari Betawi, sebuah hidangan unik yang meskipun disebut “sayur”, tidak mengandung sayuran. Hidangan ini memiliki cita rasa kaya rempah dan biasanya disajikan saat perayaan tertentu. Namun, karena bahan dan cara pembuatannya cukup kompleks, makanan ini kini hampir tidak pernah ditemui.

Menurut pakar kuliner William Wongso, banyak makanan tradisional yang hilang bukan karena tidak enak, tetapi karena proses pembuatannya yang rumit dan tidak praktis. Generasi muda cenderung memilih makanan yang cepat saji dan mudah didapat, sehingga minat untuk mempelajari masakan tradisional semakin berkurang.

Selain faktor kepraktisan, kurangnya dokumentasi dan promosi juga menjadi penyebab makanan tradisional semakin dilupakan. Banyak resep diwariskan secara lisan tanpa dicatat, sehingga berisiko hilang jika tidak diteruskan ke generasi berikutnya.

Padahal, makanan tradisional memiliki nilai lebih dari sekadar rasa. Di dalamnya terdapat sejarah, budaya, dan identitas daerah. Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, pelestarian kuliner tradisional merupakan bagian penting dalam menjaga warisan budaya bangsa.

Untuk menjaga agar makanan tradisional tidak punah, diperlukan peran dari berbagai pihak. Masyarakat dapat mulai dengan mencoba kembali memasak makanan tradisional di rumah. Selain itu, pelaku usaha kuliner juga bisa berinovasi dengan menghadirkan makanan tradisional dalam konsep yang lebih modern tanpa menghilangkan cita rasa aslinya.

Makanan tradisional yang hampir punah merupakan warisan berharga yang harus dijaga. Jika tidak dilestarikan, bukan tidak mungkin generasi mendatang hanya akan mengenalnya melalui cerita saja.

Mari kita mulai dari hal kecil, seperti mencoba, mengenal, dan mencintai kembali kuliner tradisional Indonesia agar tetap hidup dan dikenal sepanjang masa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....