Jenis Sambal dari Setiap Wilayah di Indonesia

  • 05 Jun 2026 09:28 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Indonesia adalah surga bagi pencinta pedas dan sudah menjadi menu yang selalu di setiap meja makan kebanyakan masyarakat Indonesia. Kekayaan rempah dan keragaman budaya melahirkan ratusan jenis sambal dengan karakteristik rasa yang berbeda-beda di setiap wilayah—ada yang manis, asam segar, gurih pekat, hingga yang membakar lidah. Berikut beberapa jenis sambal khas dari berbagai daerah di Indonesia yang sangat popular diantaranya:

1. Sumatra

  • Sambal Ijo (Minangkabau, Sumatra Barat)-Sambal wajib di rumah makan Padang. Terbuat dari cabai hijau besar, cabai rawit hijau, tomat hijau, bawang merah, dan bawang putih yang dikukus lalu diulek kasar, kemudian ditumis. Rasanya cenderung gurih dan tidak terlalu menggigit.
  • Sambal Embe & Sambal Tempoyak (Sumatra Selatan & Jambi)- Tempoyak adalah fermentasi daging buah durian. Ketika diolah menjadi sambal bersama cabai dan bawang, menghasilkan cita rasa pedas yang unik berpadu dengan rasa asam dan aroma durian yang pekat.
  • Sambal Ganja / Sambal Asam Udeueng (Aceh)- Tenang, sambal ini sama sekali tidak mengandung ganja. Disebut demikian karena rasanya yang bikin ketagihan. Terbuat dari udang rebus, cabai rawit, belimbing wuluh, serai, dan daun jeruk yang diulek mentah. Rasanya luar biasa segar, pedas, dan asam.

2. Jawa

  • Sambal Terasi / Sambal Bajak (Jawa Tengah & Jawa Timur) - Sambal klasik yang menggunakan terasi bakar sebagai penguat rasa gurih (umami). Sambal bajak cenderung menggunakan cabai yang sudah digoreng/direbus terlebih dahulu dan memiliki sentuhan rasa manis khas masakan Jawa.
  • Sambal Dadak (Sunda, Jawa Barat) - Sesuai namanya, sambal ini dibuat mendadak dari bahan-bahan mentah seperti cabai rawit, bawang merah, terasi bakar, tomat, dan sedikit gula merah, lalu diberi kucuran jeruk limau. Aromanya sangat kuat dan pedasnya segar.
  • Sambal Tumpang (Kediri/Solo) - Sambal yang sangat unik karena menggunakan bahan dasar tempe semangit (tempe yang hampir busuk/over-fermented). Tempe tersebut direbus dan dihaluskan bersama cabai, bawang, kencur, dan santan, menghasilkan rasa gurih yang khas.

3. Bali & Nusa Tenggara

  • Sambal Matah (Bali)- Salah satu sambal daerah yang paling populer di Indonesia. Sambal ini sama sekali tidak diulek, melainkan semua bahannya diiris tipis: cabai rawit, bawang merah, serai, dan daun jeruk. Bahan-bahan tersebut kemudian disiram dengan minyak kelapa panas dan diberi sedikit perasan jeruk nipis.
  • Sambal Embe (Bali)- Berbeda dengan sambal matah, sambal embe berfokus pada bawang merah yang diiris lalu digoreng setengah matang bersama cabai rawit dan terasi, kemudian diberi sedikit garam dan perasan jeruk limau.
  • Sambal Beberuk / Beberuk Terong (Lombok, NTB)- Sambal mentah yang menyegarkan, biasanya mendampingi ayam taliwang. Terbuat dari sayuran segar seperti terong gelatik (terong bulat kecil) dan kacang panjang yang dipotong-potong, lalu dicampur dengan ulekan cabai, tomat, bawang, dan terasi.

4. Kalimantan

  • Sambal Raja (Kutai, Kalimantan Timur)- Sambal yang dahulu disajikan untuk para raja. Isinya adalah cabai rawit, bawang merah, dan terasi yang diulek, kemudian ditumis bersama potongan kacang panjang, bawang merah utuh, dan telur asin yang dipotong dadu. Rasanya pedas, gurih, dan bertekstur.
  • Sambal Lucu (Kalimantan Barat)- Jangan terkecoh namanya, sambal ini menggunakan tanaman lokal bernama lucu atau kecombrang/honje. Bunga atau batang mudanya diiris dan diulek bersama cabai, memberikan aroma wangi yang sangat khas dan rasa sedikit asam.

5. Sulawesi, Maluku, & Papua

  • Sambal Roa (Manado, Sulawesi Utara)- Sambal legendaris yang menggunakan bahan utama daging ikan roa asap yang dihaluskan. Daging ikan tersebut kemudian ditumis bersama bumbu sambal yang kaya. Rasanya sangat gurih, pedas, dan memiliki aroma asap (smoky) yang kuat.
  • Sambal Dabu-Dabu (Manado, Sulawesi Utara) - Kembaran sambal matah dari Sulawesi. Bedanya, dabu-dabu tidak menggunakan serai. Isinya adalah rajangan cabai rawit, bawang merah, tomat merah/hijau berbentuk dadu, yang disiram minyak panas dan perasan jeruk nipis/lemon cui.
  • Sambal Colo-Colo (Maluku & Papua)- Sangat populer di Indonesia Timur untuk menemani ikan bakar. Terbuat dari irisan cabai rawit, bawang merah, tomat muda, dan disiram air jeruk nipis. Karakteristik khasnya sering kali ditambahkan kecap manis atau sedikit air hangat untuk menyeimbangkan rasa pedasnya yang tajam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....