Benarkah Makan Perlahan Membuat Perut Lebih Nyaman?

  • 29 Agt 2026 06:22 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel -Makan merupakan aktivitas yang dilakukan setiap hari, tetapi cara seseorang menikmati makanan ternyata dapat memengaruhi kenyamanan tubuh. Sebagian orang terbiasa makan terburu-buru karena kesibukan atau mengejar waktu. Padahal, memperlambat kecepatan makan dapat memberikan sejumlah manfaat, terutama dalam membantu proses pencernaan dan mengontrol jumlah makanan yang dikonsumsi.

Ketika makan terlalu cepat, seseorang cenderung mengunyah makanan lebih sedikit sebelum menelannya. Akibatnya, makanan yang masuk ke lambung masih memiliki ukuran relatif besar sehingga proses pencernaan membutuhkan kerja lebih lanjut. Sebaliknya, mengunyah makanan dengan baik membantu menghancurkan makanan menjadi bagian yang lebih kecil dan mencampurnya dengan air liur sebelum masuk ke saluran pencernaan.

Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, kebiasaan makan secara perlahan dapat membantu seseorang lebih menyadari rasa lapar dan kenyang. Tubuh membutuhkan waktu untuk mengirimkan sinyal kenyang kepada otak. Jika makan terlalu cepat, seseorang bisa saja terus makan sebelum menyadari bahwa kebutuhan makan sebenarnya sudah tercukupi.

Makan perlahan juga dapat membantu mengurangi kecenderungan makan berlebihan. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients membahas hubungan antara kecepatan makan dan berbagai aspek kesehatan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa makan dengan cepat berkaitan dengan asupan energi yang lebih tinggi dan risiko kelebihan berat badan, meskipun hubungan tersebut dapat dipengaruhi oleh banyak faktor lain.

Selain itu, suasana ketika makan juga tidak kalah penting. Makan sambil terburu-buru, bekerja, atau terus melihat layar ponsel dapat membuat seseorang kurang memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Sebaliknya, memberikan waktu khusus untuk makan membuat seseorang lebih sadar terhadap rasa, tekstur, aroma, serta jumlah makanan yang masuk ke tubuh.

Ahli diet dari Cleveland Clinic juga menyarankan agar seseorang memberikan perhatian terhadap makanan dan menghindari kebiasaan makan dengan terburu-buru. Makan dengan lebih sadar atau mindful eating dapat membantu seseorang mengenali sinyal lapar dan kenyang dengan lebih baik.

Namun, makan perlahan bukan berarti harus menghabiskan waktu yang sangat lama untuk satu kali makan. Yang lebih penting adalah tidak terburu-buru, mengunyah makanan dengan baik, dan memberikan kesempatan kepada tubuh untuk mengenali rasa kenyang.

Bagi orang yang sering mengalami perut terasa penuh, kembung, atau tidak nyaman setelah makan, memperbaiki kebiasaan makan dapat menjadi salah satu langkah sederhana yang bisa dicoba. Meski demikian, jika keluhan pencernaan berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau disertai gejala lain, pemeriksaan tenaga kesehatan tetap diperlukan.

Jadi, benarkah makan perlahan membuat perut lebih nyaman? Jawabannya, kebiasaan tersebut dapat membantu proses makan dan pencernaan menjadi lebih teratur serta membantu mencegah makan berlebihan. Makan perlahan bukan solusi untuk semua gangguan pencernaan, tetapi merupakan kebiasaan sederhana yang layak diterapkan sebagai bagian dari pola hidup sehat.

Mulailah dengan menikmati makanan tanpa terburu-buru. Letakkan ponsel sejenak, kunyah makanan dengan baik, dan berikan kesempatan kepada tubuh untuk mengenali kapan rasa lapar sudah benar-benar teratasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....