Mengapa Nafsu Makan Bisa Berubah Secara Tiba-Tiba

  • 18 Agt 2026 16:40 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel: Nafsu makan tidak selalu berada pada kondisi yang sama setiap hari. Ada kalanya seseorang merasa sangat lapar, tetapi pada waktu lain justru tidak tertarik untuk makan. Perubahan tersebut bisa berlangsung sementara dan dipengaruhi oleh kondisi tubuh maupun pikiran. Namun, jika perubahan nafsu makan terjadi terus-menerus tanpa alasan yang jelas, kondisi ini sebaiknya diperhatikan.

1. Stres dan Kondisi Emosional

Salah satu penyebab yang cukup umum adalah perubahan suasana hati. Stres, kecemasan, kesedihan, atau tekanan dalam kehidupan sehari-hari dapat membuat seseorang kehilangan selera makan. Sebaliknya, pada sebagian orang, stres justru membuat keinginan untuk makan meningkat. MedlinePlus menyebutkan bahwa kecemasan dapat berkaitan dengan peningkatan nafsu makan, sementara kesedihan dan depresi dapat menyebabkan penurunan nafsu makan.

2. Kurang Tidur

Pola tidur juga berhubungan dengan rasa lapar dan keinginan makan. Tidur yang tidak cukup dapat memengaruhi keseimbangan berbagai sinyal yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Akibatnya, seseorang bisa merasa lebih mudah lapar atau lebih sering ingin mengonsumsi makanan tertentu.

Karena itu, menjaga waktu tidur yang cukup dan teratur merupakan bagian penting dalam menjaga pola makan.

3. Perubahan Hormon

Perubahan hormon tertentu juga dapat memengaruhi nafsu makan. Misalnya, hipertiroidisme, yaitu kondisi ketika kelenjar tiroid terlalu aktif, dapat menyebabkan peningkatan nafsu makan. MedlinePlus juga mencantumkan diabetes dan hipoglikemia sebagai beberapa kondisi yang dapat berkaitan dengan rasa lapar berlebihan.

Sebaliknya, gangguan kesehatan tertentu seperti hipotiroidisme dapat disertai dengan penurunan nafsu makan.

4. Sedang Sakit

Ketika tubuh mengalami infeksi atau penyakit tertentu, nafsu makan dapat menurun. Mual, gangguan pencernaan, demam, atau rasa tidak nyaman pada tubuh dapat membuat makanan terasa kurang menarik.

Menurut NHS, berbagai kondisi kesehatan jangka panjang juga dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan dan meningkatkan risiko kekurangan nutrisi.

5. Pengaruh Obat-obatan

Perubahan nafsu makan juga bisa muncul setelah seseorang mulai mengonsumsi obat tertentu atau mengalami perubahan dosis. Beberapa obat dapat meningkatkan selera makan, sedangkan obat lainnya justru menyebabkan mual atau menurunkan keinginan untuk makan. Karena itu, seseorang sebaiknya tidak menghentikan obat yang diresepkan dokter tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.

6. Perubahan Pola Aktivitas

Aktivitas fisik yang meningkat dapat membuat kebutuhan energi tubuh bertambah sehingga rasa lapar menjadi lebih kuat. Sebaliknya, ketika aktivitas berkurang, seseorang mungkin merasa tidak terlalu lapar. Perubahan jadwal makan, kebiasaan diet, atau rutinitas sehari-hari juga dapat memengaruhi pola nafsu makan.

Kapan Perlu Diperiksa?

Perubahan nafsu makan yang hanya berlangsung sesekali umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila perubahan tersebut berlangsung lama, tidak diketahui penyebabnya, atau disertai penurunan atau kenaikan berat badan yang tidak disengaja, jantung berdebar, rasa haus berlebihan, nyeri perut, atau perubahan pola buang air besar.

Nafsu makan dapat berubah secara tiba-tiba karena banyak faktor, mulai dari stres, kurang tidur, perubahan hormon, penyakit, obat-obatan, hingga perubahan aktivitas. Tidak semua perubahan merupakan tanda penyakit. Namun, perubahan yang menetap dan disertai gejala lain sebaiknya tidak diabaikan agar penyebabnya dapat diketahui lebih dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....