Dampak Kebiasaan Makan Larut Malam terhadap Kesehatan Tubuh

  • 14 Mei 2026 09:04 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Kebiasaan makan larut malam sering dilakukan banyak orang, terutama mereka yang memiliki aktivitas padat atau sering begadang. Sebagian orang memilih makan malam dalam waktu yang terlalu dekat dengan jam tidur karena merasa lapar setelah bekerja atau beraktivitas seharian. Meski terlihat sepele, kebiasaan ini ternyata dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh jika dilakukan terus-menerus.

Saat malam hari, tubuh sebenarnya mulai mempersiapkan diri untuk beristirahat. Sistem metabolisme dan pencernaan bekerja lebih lambat dibandingkan siang hari. Karena itu, makan dalam jumlah besar menjelang tidur dapat membuat tubuh bekerja lebih keras saat seharusnya beristirahat. Akibatnya, kualitas tidur menjadi terganggu dan tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang optimal.

Menurut penjelasan dari Mayo Clinic, makan terlalu malam dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan seperti perut terasa penuh, kembung, dan naiknya asam lambung. Posisi tubuh yang langsung berbaring setelah makan membuat asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman di dada maupun tenggorokan.

Selain mengganggu pencernaan, kebiasaan makan larut malam juga dapat memengaruhi berat badan. Tubuh yang kurang aktif pada malam hari membuat pembakaran kalori menjadi lebih lambat. Jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus, kalori berlebih dapat menumpuk menjadi lemak dan meningkatkan risiko obesitas.

Menurut World Health Organization, pola makan yang tidak teratur dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis seperti diabetes dan gangguan jantung. Konsumsi makanan tinggi gula atau lemak di malam hari juga dapat memengaruhi kadar gula darah dan metabolisme tubuh secara keseluruhan.

Tidak sedikit orang yang memilih makanan instan atau camilan tinggi kalori saat lapar di malam hari. Padahal, jenis makanan seperti gorengan, mi instan, atau makanan manis mengandung kadar garam, gula, dan lemak yang cukup tinggi. Jika terlalu sering dikonsumsi sebelum tidur, tubuh akan lebih mudah merasa lelah dan kualitas kesehatan perlahan menurun.

Kebiasaan makan terlalu malam juga dapat memengaruhi kualitas tidur. Perut yang terlalu kenyang membuat tubuh sulit merasa nyaman saat beristirahat. Akibatnya, seseorang bisa lebih sulit tidur nyenyak atau sering terbangun di malam hari. Kurang tidur dalam jangka panjang tentu dapat berdampak pada konsentrasi dan produktivitas sehari-hari.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, waktu makan yang baik sebaiknya tidak terlalu dekat dengan jam tidur. Memberikan jeda beberapa jam sebelum tidur membantu tubuh mencerna makanan dengan lebih baik dan mengurangi risiko gangguan pencernaan.

Meski begitu, bukan berarti seseorang tidak boleh makan sama sekali di malam hari. Jika merasa lapar, memilih makanan ringan yang lebih sehat seperti buah, yogurt, atau oatmeal bisa menjadi pilihan yang lebih baik dibanding makanan tinggi lemak dan gula.

Pada akhirnya, menjaga pola makan yang teratur memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Mengurangi kebiasaan makan larut malam dapat membantu tubuh beristirahat lebih optimal, menjaga berat badan tetap stabil, dan menurunkan risiko berbagai gangguan kesehatan di kemudian hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....