Mengapa Perut Sering Berbunyi Padahal Tidak Lapar?
- 14 Agt 2026 05:52 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel - Pernahkah perut tiba-tiba berbunyi, padahal baru saja makan dan tidak merasa lapar? Kondisi ini cukup umum terjadi dan sebenarnya tidak selalu menandakan bahwa tubuh membutuhkan makanan. Bunyi dari dalam perut merupakan bagian dari aktivitas normal sistem pencernaan.
Secara medis, suara perut yang terdengar tersebut dikenal sebagai borborygmi. Menurut Cleveland Clinic, suara ini muncul ketika makanan, cairan, dan gas bergerak melalui saluran pencernaan akibat kontraksi otot usus. Suaranya bisa terdengar lebih keras pada waktu tertentu, tergantung banyaknya gas atau isi yang sedang bergerak di dalam usus.
Gerakan Usus Bisa Menimbulkan Bunyi
Sistem pencernaan tidak berhenti bekerja hanya karena seseorang sudah kenyang. Setelah makanan masuk, otot-otot saluran pencernaan terus melakukan gerakan untuk mencampur dan mendorong makanan, cairan, serta gas menuju bagian berikutnya. Proses tersebut dapat menghasilkan suara yang terkadang terdengar jelas.
Karena itu, perut berbunyi bukan semata-mata tanda lapar. Bahkan, suara tersebut dapat muncul setelah makan atau ketika seseorang sedang dalam keadaan kenyang.
Gas di Dalam Saluran Pencernaan
Salah satu penyebab suara perut terdengar lebih keras adalah adanya gas. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menjelaskan bahwa gas di dalam saluran pencernaan berasal antara lain dari udara yang tertelan ketika makan atau minum serta proses bakteri usus besar dalam memecah karbohidrat yang tidak sepenuhnya dicerna.
Kebiasaan makan terlalu cepat, minum minuman berkarbonasi, mengunyah permen karet, atau berbicara ketika makan dapat membuat lebih banyak udara tertelan. Akibatnya, jumlah gas dalam saluran pencernaan dapat meningkat dan suara perut menjadi lebih sering terdengar. Mayo Clinic juga mencatat bahwa makanan tertentu, seperti kacang-kacangan, beberapa jenis sayuran, produk susu yang mengandung laktosa, serta pemanis tertentu dapat meningkatkan produksi gas pada sebagian orang.
Bisa Berkaitan dengan Sensitivitas Makanan
Pada sebagian orang, suara perut yang sering muncul dapat berkaitan dengan makanan tertentu. Salah satu contohnya adalah intoleransi laktosa. Menurut NIDDK, orang yang mengalami intoleransi laktosa dapat merasakan perut berbunyi atau bergemuruh, kembung, gas, diare, mual, dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa.
Namun, tidak semua bunyi perut berarti seseorang memiliki gangguan pencernaan. Jika suara tersebut muncul sesekali tanpa disertai keluhan lain, biasanya tidak perlu dikhawatirkan.
Kapan Perlu Diperiksakan?
Perut berbunyi sebaiknya mendapat perhatian apabila terjadi terus-menerus dan disertai gejala lain. NIDDK menyarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila keluhan gas mengganggu aktivitas, berubah secara tiba-tiba, atau disertai sakit perut, sembelit, diare, maupun penurunan berat badan.
Mayo Clinic juga menyarankan pemeriksaan apabila keluhan pencernaan disertai muntah berulang, perubahan pola buang air besar, darah pada tinja, atau nyeri perut yang menetap.
Jadi, perut berbunyi meskipun tidak lapar pada dasarnya merupakan hal yang normal. Bunyi tersebut biasanya menunjukkan bahwa sistem pencernaan sedang bekerja, sementara gas, makanan tertentu, dan kebiasaan makan dapat membuat suaranya lebih terdengar. Yang terpenting adalah memperhatikan apakah bunyi tersebut muncul bersama gejala lain yang mengganggu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....