Jangan Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain

  • 28 Jul 2026 08:30 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel: Membandingkan diri dengan orang lain merupakan hal yang hampir pernah dialami setiap orang. Melihat teman yang lebih sukses, memiliki pekerjaan impian, atau kehidupan yang terlihat bahagia sering kali memunculkan pertanyaan, "Mengapa hidup saya tidak seperti mereka?" Jika sesekali terjadi, hal tersebut masih dianggap wajar. Namun, apabila dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini dapat berdampak buruk terhadap kesehatan mental.

Psikolog Leon Festinger, melalui teorinya yang dikenal sebagai Social Comparison Theory pada tahun 1954, menjelaskan bahwa manusia secara alami cenderung membandingkan dirinya dengan orang lain untuk menilai kemampuan maupun pencapaiannya. Akan tetapi, ketika perbandingan tersebut dilakukan secara berlebihan dan selalu berfokus pada orang yang dianggap lebih unggul, seseorang berisiko mengalami penurunan rasa percaya diri, merasa kurang berharga, hingga kehilangan motivasi untuk berkembang.

Fenomena ini semakin sering terjadi di era media sosial. Beragam unggahan mengenai pencapaian, liburan, hingga gaya hidup orang lain dapat menciptakan kesan bahwa hidup mereka selalu sempurna. Padahal, kenyataannya media sosial umumnya hanya menampilkan sisi terbaik seseorang. Kesulitan, kegagalan, maupun perjuangan yang mereka alami sering kali tidak diperlihatkan kepada publik.

Hal tersebut juga sejalan dengan penjelasan American Psychological Association (APA) yang menyebutkan bahwa perbandingan sosial yang tidak sehat dapat meningkatkan stres, kecemasan, serta memengaruhi kesehatan emosional seseorang. Ketika seseorang terus merasa dirinya tertinggal dibandingkan orang lain, kondisi tersebut dapat mengurangi rasa percaya diri dan kepuasan terhadap hidupnya sendiri.

Sementara itu, World Health Organization (WHO) menegaskan bahwa kesehatan mental merupakan kondisi ketika seseorang mampu mengenali potensi dirinya, mengatasi tekanan hidup sehari-hari, bekerja secara produktif, serta berkontribusi kepada lingkungannya. Salah satu langkah untuk menjaga kesehatan mental adalah menerima diri sendiri dan tidak terus-menerus mengukur nilai diri berdasarkan pencapaian orang lain.

Daripada sibuk membandingkan diri, lebih baik menjadikan keberhasilan orang lain sebagai inspirasi, bukan sebagai alasan untuk merasa rendah diri. Setiap individu memiliki perjalanan hidup, kesempatan, lingkungan, serta tantangan yang berbeda. Tidak semua orang memulai kehidupan dari titik awal yang sama, sehingga membandingkan hasil akhirnya pun tidaklah adil.

Menurut Mayo Clinic, membangun pola pikir positif dapat dimulai dengan menghargai setiap kemajuan kecil yang berhasil dicapai. Menetapkan tujuan yang realistis, mensyukuri apa yang telah dimiliki, membatasi penggunaan media sosial apabila mulai memicu rasa cemas, serta mengembangkan kemampuan diri merupakan cara yang efektif untuk menjaga keseimbangan emosional.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukanlah seberapa jauh kita melampaui orang lain, melainkan seberapa besar perkembangan yang berhasil kita capai dibandingkan diri sendiri di masa lalu. Fokus pada proses, terus belajar, dan menghargai setiap langkah yang telah ditempuh akan membuat hidup terasa lebih tenang dan bermakna. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki waktunya masing-masing untuk bertumbuh dan meraih kesuksesan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....