Menghangatkan makanan berulang kali bisa membahayakan tubuh.

  • 14 Mei 2026 13:38 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Menghangatkan makanan sisa menjadi kebiasaan yang sering dilakukan banyak orang agar makanan tetap bisa dikonsumsi kembali. Cara ini memang dianggap praktis dan membantu mengurangi makanan terbuang. Namun, masih banyak orang yang tanpa sadar menghangatkan makanan berkali-kali dalam sehari. Padahal, kebiasaan tersebut dapat memengaruhi kualitas makanan dan berisiko bagi kesehatan tubuh jika dilakukan terus-menerus.

Saat makanan dipanaskan berulang kali, kandungan nutrisi di dalamnya bisa berkurang. Beberapa vitamin yang sensitif terhadap panas, seperti vitamin C dan beberapa vitamin B, dapat rusak ketika makanan terus-menerus terkena suhu tinggi. Akibatnya, nilai gizi makanan menjadi tidak sebaik saat pertama kali dimasak.

Selain menurunkan kualitas nutrisi, proses pemanasan berulang juga dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri jika makanan tidak disimpan dengan benar. Menurut penjelasan dari United States Department of Agriculture (USDA), makanan yang terlalu lama berada di suhu ruang sebelum dipanaskan kembali berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri berbahaya.

Banyak orang terbiasa memanaskan seluruh makanan meski hanya sebagian kecil yang akan dimakan. Kebiasaan ini membuat makanan mengalami perubahan suhu berulang kali, dari dingin menjadi panas lalu kembali dingin. Kondisi tersebut dapat mempercepat kerusakan makanan dan meningkatkan risiko kontaminasi bakteri.

Beberapa jenis makanan juga lebih sensitif jika dipanaskan berulang kali. Misalnya makanan berbahan santan, seafood, atau sayuran tertentu yang bisa mengalami perubahan rasa dan tekstur lebih cepat. Dalam beberapa kasus, makanan yang sudah terlalu sering dipanaskan dapat menimbulkan bau atau rasa yang berbeda meski masih terlihat layak dimakan.

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, penyimpanan dan pengolahan makanan yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti keracunan makanan dan masalah pencernaan. Karena itu, penting untuk memperhatikan cara menyimpan dan memanaskan makanan dengan benar.

Selain itu, penggunaan suhu panas berulang juga dapat membuat makanan menjadi lebih kering dan kehilangan cita rasa alaminya. Tidak sedikit orang yang akhirnya menambahkan terlalu banyak garam, penyedap, atau minyak agar makanan terasa lebih enak kembali. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan tersebut tentu kurang baik bagi kesehatan tubuh.

Cara yang lebih aman adalah memisahkan makanan ke dalam beberapa porsi sebelum disimpan di kulkas. Dengan begitu, makanan hanya dipanaskan sesuai kebutuhan sehingga tidak perlu berkali-kali terkena panas. Menyimpan makanan dalam wadah tertutup dan menjaga kebersihan tempat penyimpanan juga membantu menjaga kualitas makanan lebih baik.

Menurut ahli kesehatan dari Mayo Clinic, makanan sebaiknya dipanaskan hingga suhu yang cukup agar aman dikonsumsi, tetapi tidak terlalu sering dipanaskan ulang. Memastikan makanan disimpan dalam suhu dingin yang tepat juga menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko pertumbuhan bakteri.

Pada akhirnya, menghangatkan makanan memang boleh dilakukan untuk alasan praktis, tetapi kebiasaan memanaskan makanan berulang kali sebaiknya mulai dikurangi. Selain menjaga kualitas makanan tetap baik, cara penyimpanan dan pemanasan yang tepat juga membantu menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....