Rahasia Makanan Pedas Membuat Banyak Orang Ketagihan
- 13 Mei 2026 18:15 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel - Makanan pedas sudah menjadi bagian dari kebiasaan makan banyak orang, terutama di Indonesia. Hampir setiap hidangan terasa kurang lengkap tanpa sambal atau cabai. Menariknya, rasa pedas yang membuat mulut terasa panas justru sering membuat orang ingin terus menikmatinya. Tidak sedikit pula yang mengaku sulit makan tanpa tambahan rasa pedas. Fenomena ini ternyata memiliki penjelasan ilmiah yang cukup menarik.
Rasa pedas berasal dari senyawa alami pada cabai yang disebut capsaicin. Saat cabai dikonsumsi, senyawa tersebut merangsang saraf di lidah dan mulut sehingga tubuh menganggapnya sebagai sensasi panas. Walaupun terasa seperti “terbakar”, otak justru merespons dengan melepaskan hormon endorfin dan dopamin. Kedua hormon ini dikenal mampu memberikan rasa nyaman, senang, dan puas. Karena itulah banyak orang merasa lebih menikmati makanan pedas dan ingin mengulang sensasi tersebut.
Menurut dr. Rizal Fadli, sensasi nyaman setelah makan pedas membuat tubuh seperti memperoleh efek menyenangkan secara alami. Hal inilah yang kemudian membuat seseorang terbiasa bahkan merasa ketagihan. Semakin sering seseorang makan pedas, lidah dan tubuh juga akan semakin beradaptasi terhadap tingkat kepedasan tertentu.
Adaptasi tersebut membuat sebagian orang membutuhkan rasa pedas yang lebih kuat dari sebelumnya. Jika dulu hanya mampu makan sedikit cabai, lama-kelamaan mereka bisa menikmati sambal dalam jumlah lebih banyak. dr. Nabila Viera Yovita menjelaskan bahwa tubuh manusia memang dapat menyesuaikan diri terhadap paparan capsaicin secara bertahap. Karena itu, banyak pecinta pedas terus mencari sensasi yang lebih menantang.
Selain memberikan sensasi nikmat, makanan pedas juga sering dikaitkan dengan manfaat kesehatan. Kandungan capsaicin dipercaya membantu meningkatkan metabolisme tubuh dan mempercepat pembakaran kalori. Tidak heran jika sebagian orang menganggap makanan pedas dapat membantu menjaga berat badan. Sensasi hangat setelah makan pedas juga membuat tubuh terasa lebih segar dan berenergi.
Beberapa penelitian kesehatan juga menyebutkan bahwa makanan pedas dapat membantu memperbaiki suasana hati. Saat hormon endorfin meningkat, seseorang cenderung merasa lebih rileks dan bahagia. Inilah alasan mengapa sebagian orang memilih makanan pedas ketika sedang stres atau ingin memperbaiki mood setelah menjalani aktivitas yang melelahkan.
Namun, kebiasaan makan pedas tetap perlu dibatasi. Konsumsi cabai secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti sakit perut, diare, hingga iritasi lambung, terutama bagi orang yang memiliki sistem pencernaan sensitif. Karena itu, penting untuk menyesuaikan tingkat kepedasan dengan kondisi tubuh masing-masing.
Di Indonesia sendiri, budaya makan pedas sudah berkembang sejak lama. Beragam jenis sambal hadir di setiap daerah dengan cita rasa khas masing-masing. Kebiasaan inilah yang membuat masyarakat semakin akrab dengan makanan pedas sejak usia kecil. Akibatnya, rasa pedas bukan lagi dianggap menyiksa, melainkan menjadi kenikmatan tersendiri.
Pada akhirnya, alasan makanan pedas membuat banyak orang ketagihan bukan hanya karena rasanya yang menggugah selera. Reaksi tubuh, pelepasan hormon bahagia, serta faktor kebiasaan menjadi kombinasi yang membuat sensasi pedas terasa semakin menarik untuk dinikmati berulang kali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....