Kebiasaan Begadang yang Diam-Diam Merusak Kondisi Tubuh
- 13 Mei 2026 19:05 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel - Begadang sering dianggap hal biasa, terutama di tengah kesibukan pekerjaan, tugas, atau kebiasaan bermain ponsel hingga larut malam. Banyak orang merasa tetap bisa beraktivitas normal meski tidur larut setiap hari. Padahal, kebiasaan begadang yang dilakukan terus-menerus dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Tidur merupakan waktu penting bagi tubuh untuk beristirahat dan memperbaiki sel-sel yang bekerja sepanjang hari. Saat seseorang kurang tidur, tubuh tidak memiliki waktu yang cukup untuk memulihkan kondisi fisik maupun mental. Akibatnya, tubuh menjadi lebih mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan produktivitas menurun saat menjalani aktivitas sehari-hari.
Menurut penjelasan dari National Sleep Foundation, orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam agar tubuh dapat berfungsi dengan baik. Kurang tidur secara terus-menerus dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh sehingga seseorang menjadi lebih rentan terkena penyakit.
Selain menyebabkan tubuh mudah lelah, kebiasaan begadang juga dapat memengaruhi kesehatan otak. Saat waktu tidur berkurang, kemampuan otak untuk fokus dan mengingat informasi ikut menurun. Tidak heran jika orang yang sering begadang cenderung lebih mudah lupa, sulit berkonsentrasi, dan lebih lambat dalam mengambil keputusan.
Dampak lain yang sering tidak disadari adalah meningkatnya risiko gangguan kesehatan mental. Menurut penjelasan dari World Health Organization, kualitas tidur yang buruk dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko stres, kecemasan, hingga gangguan suasana hati. Kurang tidur membuat tubuh sulit mengontrol emosi sehingga seseorang lebih mudah merasa marah atau sensitif.
Kebiasaan tidur larut malam juga dapat memengaruhi kesehatan jantung. Saat tubuh kurang istirahat, tekanan darah dan detak jantung dapat meningkat. Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko memicu tekanan darah tinggi dan gangguan kesehatan jantung lainnya. Selain itu, kurang tidur juga dapat mengganggu metabolisme tubuh sehingga meningkatkan risiko obesitas dan diabetes.
Tidak sedikit orang yang memilih begadang sambil mengonsumsi kopi atau minuman berenergi agar tetap terjaga. Padahal, kebiasaan tersebut justru dapat membuat pola tidur semakin berantakan. Tubuh menjadi sulit mengantuk di malam hari dan akhirnya terus terbiasa tidur larut.
Menurut ahli kesehatan dari Mayo Clinic, menjaga jadwal tidur yang teratur merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari membantu tubuh memiliki ritme istirahat yang lebih baik.
Mengurangi penggunaan ponsel sebelum tidur, menghindari konsumsi kafein di malam hari, dan menciptakan suasana kamar yang nyaman dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Kebiasaan sederhana tersebut penting untuk membantu tubuh mendapatkan istirahat yang cukup.
Pada akhirnya, begadang bukan sekadar kebiasaan tidur larut malam, tetapi juga dapat menjadi penyebab berbagai gangguan kesehatan jika dilakukan terus-menerus. Karena itu, menjaga waktu tidur yang cukup menjadi langkah penting agar tubuh tetap sehat, segar, dan mampu menjalani aktivitas dengan optimal setiap hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....