Bahaya Kebiasaan Mengunyah Makanan Terlalu Cepat

  • 12 Feb 2026 16:28 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Mengunyah makanan dengan cepat merupakan kebiasaan yang umum terjadi dalam kehidupan modern terutama saat kita terburu-buru, stres, atau makan sambil bekerja. Namun, mengunyah terlalu cepat bukan sekadar kebiasaan buruk kecil: berbagai penelitian menunjukkan bahwa hal ini dapat memberi dampak serius pada kesehatan tubuh.

1. Gangguan Pencernaan dan Ketidaknyamanan Usus

Saat makanan dikunyah terlalu cepat, ukuran partikel makanan yang masuk ke perut besar sehingga sistem pencernaan harus bekerja lebih keras untuk memecahnya. Ini dapat menyebabkan kembung, gas, nyeri perut, dan perasaan penuh yang tidak nyaman. Selain itu, menelan udara saat makan cepat dapat memperburuk kondisi ini.

Pencernaan yang buruk ini juga meningkatkan kemungkinan heartburn atau refluks asam karena jumlah makanan yang tiba di perut sekaligus terlalu banyak.

2. Risiko Kegemukan dan Masalah Metabolik

Salah satu efek paling signifikan dari makan cepat adalah over-eating (makan berlebihan). Otak membutuhkan ±20 menit untuk menerima sinyal rasa kenyang dari perut. Jika seseorang makan terlalu cepat, sinyal ini sering terlewat sehingga mereka cenderung makan lebih banyak dari yang dibutuhkan tubuh. Hal ini dapat memicu penambahan berat badan dan obesitas.

Selain itu, kebiasaan ini dikaitkan dengan peningkatan risiko sindrom metabolik, yaitu kumpulan faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, kelebihan lemak tubuh di area perut, serta gangguan kadar kolesterol. Kondisi ini turut meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

3. Penurunan Penyerapan Nutrisi

Mengunyah adalah tahap awal proses pencernaan: di dalam mulut, saliva (air liur) dengan enzim-enzim penting membantu memecah karbohidrat dan mempersiapkan makanan untuk diserap di usus kecil. Jika makanan tidak dikunyah dengan baik, tubuh tidak menyerap nutrisi secara optimal, yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan kekurangan vitamin dan mineral penting.

4. Risiko Tersedak dan Masalah Tenggorokan

Kebiasaan makan cepat seringkali berarti mengambil gigitan besar dan menelan makanan sebelum cukup dikunyah. Ini secara langsung meningkatkan risiko tersedak, terutama pada anak-anak dan orang tua yang refleks menelannya lebih lambat.

5. Dampak pada Kesehatan Jangka Panjang

Beberapa studi menunjukkan bahwa makan cepat berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit hati non-alkohol (non-alcoholic fatty liver disease) dan gangguan metabolik lainnya, karena pola makan yang membuat tubuh sulit mengatur kadar gula darah dan lemak.

Mengunyah makanan terlalu cepat bukan hal sepele. Kebiasaan ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan, penambahan berat badan, risiko penyakit metabolik, penyerapan nutrisi yang buruk, hingga bahaya tersedak. Mengatur kecepatan makan dan mengunyah makanan secara perlahan membantu tubuh mendapatkan sinyal kenyang yang tepat, pencernaan yang lebih baik, dan kesehatan jangka panjang yang lebih terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....