UMKM Lokal Boven Digoel Minta Tempat Pemasaran Khusus

  • 30 Agt 2026 08:10 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal di Kabupaten Boven Digoel mendorong pemerintah menyediakan tempat khusus untuk memasarkan berbagai produk budaya dan kuliner khas daerah.

Harapan tersebut disampaikan pelaku UMKM lokal dalam Dialog RRI Fest RRI Boven Digoel, Kamis 27 Agustus 2026. Mereka menilai, dukungan pemerintah tidak cukup hanya melalui promosi, tetapi perlu diwujudkan dengan penyediaan ruang khusus sebagai pusat pemasaran produk lokal.

Salah satu pelaku UMKM busana dan aksesori budaya, Sarabeka Omba, mengatakan keberadaan tempat khusus akan memudahkan masyarakat maupun pengunjung mendapatkan berbagai hasil karya dari suku-suku yang ada di Boven Digoel.

"Saya berharap ada satu tempat khusus yang diperuntukkan bagi masyarakat untuk menjual aksesori dan hasil karya dari lima suku yang ada di Boven Digoel. Jadi, masyarakat yang datang mencari oleh-oleh tidak perlu mencari ke mana-mana karena sudah ada tempat khusus," ujar Sarabeka.

Menurutnya, pusat tersebut dapat menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memasarkan berbagai produk budaya, termasuk busana adat dan aksesori khas masyarakat Wambon, Awyu, Korowai, Muyu, serta kelompok masyarakat lainnya.

"Kalau sudah ada dalam satu tempat, mereka yang datang bisa langsung memilih dan membeli. Jadi, tidak perlu mencari ke tempat lain," katanya.

Sarabeka menilai, keberadaan pusat produk budaya juga dapat menjadi sarana memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Boven Digoel kepada masyarakat dari luar daerah.

Harapan serupa disampaikan Finsensia Warem. Ia mengatakan, pengembangan UMKM lokal membutuhkan dukungan yang lebih nyata dari pemerintah, bukan hanya melalui promosi, tetapi juga dengan menyediakan tempat yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memasarkan produk mereka.

"Dukungan yang kami harapkan dari pemerintah bukan hanya melalui promosi, tetapi juga adanya tempat khusus untuk kami memasarkan hasil usaha. Kalau ada tempat khusus, masyarakat yang datang dari luar daerah juga bisa lebih mudah melihat dan membeli produk-produk lokal yang kami punya," ujar Finsensia.

Menurut Finsensia, keberadaan tempat khusus tersebut dapat menjadi wadah bersama bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan berbagai produk lokal sekaligus memudahkan masyarakat mendapatkan hasil karya khas Boven Digoel.

"Jadi, kami berharap pemerintah dan dinas terkait bisa melihat potensi yang ada dan menyediakan satu tempat khusus bagi UMKM lokal. Dengan begitu, produk dari masyarakat bisa dikumpulkan dan dipasarkan di satu tempat," tambahnya.

Sementara itu, pelaku UMKM kuliner lokal, Aplonia Omba, mengatakan bahan baku makanan lokal seperti sagu, ubi, dan keladi masih mudah diperoleh. Menurutnya, kendala utama justru terletak pada belum tersedianya tempat khusus untuk memasarkan hasil olahan masyarakat.

"Kalau untuk bahan baku sebenarnya tidak banyak kendala, karena sagu, ubi, dan keladi masih tersedia. Yang menjadi kendala sampai sekarang adalah belum ada tempat khusus untuk menjual makanan lokal kami," ujar Aplonia.

Ia berharap pemerintah bersama dinas terkait dapat menyediakan ruang khusus yang dapat digunakan pelaku UMKM untuk memasarkan produk lokal.

"Kami membutuhkan dukungan pemerintah dan dinas terkait untuk menyediakan satu tempat khusus, sehingga hasil usaha kami bisa dipasarkan dan masyarakat juga lebih mudah mendapatkan produk lokal," katanya.

Aplonia menilai, keberadaan pusat pemasaran tersebut dapat menjadi wadah untuk memperkenalkan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi berbagai produk lokal Boven Digoel.

Para pelaku UMKM berharap pemerintah daerah dan dinas terkait dapat memberikan perhatian terhadap potensi tersebut dengan menyediakan pusat produk lokal yang dapat menjadi ruang pemasaran bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....