Sukses Membangun Usaha Belajar dari Media Sosial, Kenapa Tidak?

  • 17 Nov 2025 20:50 WIB
  •  Bovendigoel

KBRN, Boven Digoel: Dialog umkm kembali diselenggarakan pro 1 rri boven digoel, kesempatan kali ini menghadirkan pelaku usaha umkm, pengusaha tempe dengan topik yang diangkat mengulik tempe Sejati. Pada senin (17/11/2025).

Tempe adalah makanan tradisional Indonesia yang dibuat dari kacang kedelai yang difermentasi. tempe kaya manfaat kesehatan seperti sumber protein nabati yang baik, mendukung kesehatan tulang dan jantung, membantu menurunkan kolesterol, serta meningkatkan sistem pencernaan dan kekebalan tubuh.

Salah seorang pelaku usaha umkm pak faisal mengatakan, usaha yang dibangunnya baru beranjak 4 bulan, jatuh bangun mulai merintis usaha ini hingga kini sudah mendapatkan kepercayaan masyarakat dan bisa memproduksi 800-900 papan tempe perhari

“saya belajar membuat tempe dari komunitas pengusaha tempe dan juga media sosial selama kurang lebih sebulan. 800-900 papan dihasilkan dari 100 karung kacang kedelai. Awal awal tentu masih kurang sempurna tempe yang dihasilkan, hingga kini alhamdulillah tempenya sudah diterima dipasaran “ ujar faisal

Sebanyak tiga karyawan yang membantu proses produksi, dari pembuatan tempe mendoan dan kripik tempe. Selain warung-warung tempat penitipan tempe, media social juga masih menjadi wadah yang digaungi untuk mempromosikan tempe Sejati. Dan tidak semua diproduksi setiap hari ada beberapa yang dibuat by request.

“Tempe mendoan dan kripik tempe tidak diproduksi setiap hari, tetapi diproduksi by request tempe mendoan dibandrol dengan harga Rp. 10.000/7 bungkus tempe. saat ini juga masih melalui delivery untuk penjualan karena belum ada lapak “ kata faisal

Untuk minat masyarakat sejauh ini melihat dari pasaran, masih kurang akan ketertarikan terhadap tempe ini menjadi salah satu tantangan yang dihadapi.

Rekomendasi Berita