Waspada Sebaran Asap Lintas Batas di Wilayah Papua Selatan
- 07 Okt 2026 12:29 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Tanah Merah mengingatkan masyarakat di Papua Selatan dan sekitarnya untuk mewaspadai penyebaran asap yang berpotensi memburuk dalam beberapa hari ke depan.
Kepala Stasiun Meteorologi Tanah Merah, Leman F. A. Nussy, menyampaikan peringatan ini sebagai bagian dari upaya mitigasi dampak asap bagi masyarakat. Peringatan itu disampaikan setelah BMKG memantau citra Satelit Himawari-9 pada 6 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB atau 15.00 WIT.
Dari pantauan tersebut, asap teridentifikasi menyebar di Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya. Peringatan ini disampaikan dalam press release dan di bagikan ke RRI Boven Digoel pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Munculnya asap berkaitan dengan sejumlah titik panas yang sebagian besar terdeteksi di Papua Selatan. BMKG memperkirakan jumlah titik panas di Papua Selatan masih dapat bertambah. Kondisi itu berisiko memperluas sebaran asap di wilayah tersebut.
"Hasil analisis arah angin menunjukkan polusi asap di Papua Selatan saat ini dominan bergerak ke barat laut. Pergerakan itu sejalan dengan pola angin di Indonesia yang umumnya bertiup dari tenggara menuju barat laut hingga utara," ujarnya.
Perhatian khusus ditujukan kepada warga Kabupaten Boven Digoel, terutama Kota Tanah Merah dan sekitarnya. Satelit mendeteksi adanya asap lintas batas atau transboundary haze yang bergerak dari wilayah Papua Nugini ke wilayah Papua Selatan, Indonesia.
"Gabungan asap lokal dan asap dari negara tetangga itu dapat menurunkan kualitas udara, memperluas sebaran asap, serta mengurangi jarak pandang di sejumlah area. Berdasarkan kualitas udara analisis PM2.5, kualitas udara di Boven Digoel saat ini masih berada pada kategori baik hingga sedang. Namun, kualitas udara bisa menurun ke level sedang hingga tidak sehat dalam beberapa hari mendatang," pungkasnya.
Menyikapi kondisi itu, BMKG Tanah Merah meminta warga mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus beraktivitas di luar, masyarakat disarankan mengenakan masker untuk mengurangi risiko dampak kesehatan.
BMKG juga mengimbau instansi dan pemangku kepentingan terkait untuk terus memantau perkembangan sebaran asap serta berkoordinasi, terutama karena kondisi ini dapat mengganggu aktivitas transportasi dan penerbangan di Papua Selatan. Selain itu, BMKG mengingatkan semua pihak untuk tidak membakar lahan agar kondisi sebaran asap tidak semakin parah. Informasi terbaru dapat diperoleh melalui akun resmi BMKG setempat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....