BMKG Tanah Merah Deteksi 24 Titik Panas di Boven Digoel
- 24 Agt 2026 08:35 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas III Tanah Merah melaporkan adanya deteksi 24 titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, untuk periode 23 hingga 24 Agustus 2026.
Prakirawan BMKG Tanah Merah, Tiar Novan Haidar, S.Tr, dalam rilis resminya yang dikirimkan ke RRI Boven Digoel menjelaskan bahwa pemantauan titik panas dilakukan menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar NOAA20, S-NPP, TERRA, dan AQUA. Teknologi ini bekerja dengan mendeteksi anomali suhu panas permukaan bumi yang lebih tinggi dibandingkan area di sekitarnya, yang mengindikasikan kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Observasi dilakukan secara rutin pada siang dan malam hari untuk memaksimalkan cakupan deteksi. Namun demikian, BMKG mengingatkan bahwa deteksi titik panas di wilayah yang tertutup awan tebal atau blank zone tidak dapat dilakukan secara optimal.
Berdasarkan data yang dirilis, 24 titik panas tersebut tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Boven Digoel, antara lain Bomakia, Fofi, Jair, Ki, Mandobo, Sesnuk, dan Subur. Dari 24 titik yang terdeteksi, sebanyak 22 titik berada pada tingkat kepercayaan sedang, sementara 2 titik lainnya berada pada tingkat kepercayaan rendah. Tidak ditemukan titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi pada periode pemantauan tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat dan instansi pemerintah berwenang untuk selalu waspada dan siaga mengantisipasi dampak kerugian dari sebaran titik panas yang terpantau. Masyarakat juga diminta untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi vegetasi yang kering pada musim kemarau dapat mempercepat penyebaran api.
"Ketika udara dan tanah menjadi kering, sedikit saja ada pemicu kebakaran, api bisa cepat menyebar ke mana-mana," ujarnya.
Masyarakat yang menemukan tanda-tanda kebakaran atau titik api diharapkan segera melaporkan kepada pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Informasi terkini mengenai titik panas dan kondisi cuaca dapat diakses melalui kanal resmi BMKG setempat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....