Perempuan Boven Digoel Dorong RRI Hadirkan Siaran Khusus Perempuan Perbatasan
- 12 Sep 2026 10:45 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel - Pemerhati RRI di Kabupaten Boven Digoel, Simfrosa Kaket, mendorong Radio Republik Indonesia (RRI) untuk menghadirkan lebih banyak program siaran yang mengangkat isu dan aktivitas masyarakat di daerah, khususnya yang memberikan ruang bagi perempuan asli Papua di wilayah perbatasan.
Usulan tersebut disampaikan pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RRI tahun 2026. Salah satu program yang diharapkan dapat dihadirkan adalah siaran khusus perempuan perbatasan, sebagai ruang bagi perempuan asli Boven Digoel untuk menyampaikan suara, pengalaman, aktivitas, serta kontribusi mereka di tengah masyarakat.
Menurut Simfrosa Kaket, program tersebut menjadi kerinduan para pendengar, khususnya perempuan asli Boven Digoel yang selama ini menginginkan ruang lebih luas bagi perempuan lokal untuk berbicara dan memperkenalkan berbagai kegiatan yang mereka lakukan.
''Ini menjadi kerinduan kami sebagai pendengar dan pemerhati, terutama kami perempuan asli Boven Digoel. Kami ingin ada ruang di RRI untuk menunjukkan bagaimana perempuan asli di perbatasan bersuara dan berkarya,'' ujarnya.
Ia menilai, keberadaan kelompok maupun organisasi perempuan asli yang telah terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Boven Digoel dapat menjadi potensi untuk dikembangkan sebagai mitra RRI dalam menghadirkan informasi dari masyarakat.
Menurutnya, melalui program tersebut, masyarakat dapat mengetahui berbagai kegiatan yang dilakukan perempuan asli Papua di wilayah perbatasan, mulai dari kegiatan sosial, pemberdayaan perempuan, ekonomi, pendidikan, budaya hingga program kerja organisasi.
"Bukan hanya sekadar berbicara di radio, tetapi pendengar juga bisa mengetahui bahwa perempuan asli di Boven Digoel sudah memiliki organisasi, kegiatan dan program kerja yang nyata di tengah masyarakat," katanya.
Simfrosa berharap RRI dapat memberikan ruang secara berkala kepada organisasi perempuan untuk memperkenalkan kegiatan mereka sekaligus menyampaikan aspirasi dan berbagai persoalan yang dihadapi perempuan di wilayah perbatasan.
Ia menilai, kehadiran program tersebut sejalan dengan peran RRI sebagai media publik yang harus mampu menjangkau sekaligus mendengarkan suara masyarakat hingga ke wilayah perbatasan.
"Harapan kami di HUT ke-81 RRI, program-program daerah seperti ini bisa lebih diangkat. Kami ingin perempuan asli perbatasan tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga memiliki ruang untuk bersuara dan memperkenalkan apa yang mereka lakukan bagi masyarakat dan daerah," ujarnya.
Program siaran khusus perempuan perbatasan diharapkan dapat menjadi jembatan antara perempuan asli Boven Digoel dengan masyarakat luas. Selain itu, program tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai potensi, aktivitas, dan kontribusi perempuan asli Papua di wilayah perbatasan.
Dengan adanya ruang siaran tersebut, perempuan asli Boven Digoel diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat berperan aktif dalam menyampaikan informasi, aspirasi, serta berbagai kegiatan positif yang dilakukan bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....