Yayasan Anugerah Terindah Utamakan Kemandirian Anak Disabilitas

  • 24 Agt 2026 13:36 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Penerapan kurikulum bagi siswa berkebutuhan khusus tidak selalu difokuskan pada penguasaan materi akademik murni seperti matematika atau sains, melainkan pada pembentukan keterampilan hidup (life skills) dan kemandirian dasar.

Prinsip ini diterapkan oleh Yayasan Anugerah Terindah Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel. Kepala Sekolah sekaligus Sekretaris Fenina Esther Raunsay menjelaskan bahwa capaian perkembangan siswa disabilitas diukur berdasarkan tolok ukur khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan individu anak.

"Yang kami kejar itu keterampilannya dulu, keterampilan untuk bisa menolong dirinya sendiri. Misalnya keterampilan pergi ke kamar kecil sendiri, menggunakan pakaian, hingga kemampuan mengutarakan keinginannya," jelas Miss Fenina saat diwawancarai RRI Boven Digoel dalam Dialog Ruang Disabilitas dan Inklusi Kamis, 15 Agustus 2026.

Dalam pendampingan siswa dengan keterbatasan motorik, misalnya, penanganan difokuskan agar anak secara bertahap mampu mengurus keperluan pribadi seperti memakai sepatu, menjaga barang bawaan, dan berani berinteraksi.

"Kalau target capaian teman-teman lain berada di angka 100, untuk anak berkebutuhan khusus, pencapaian 50 persen dari standar umum sudah kami kategorikan nilai 100 untuk versi mereka. Jika mereka sudah bisa ke kamar mandi sendiri, bagi kami itu sudah pencapaian luar biasa," ucap Miss Fenina

Melalui pendekatan inklusif berbasis kemandirian ini, rasa percaya diri siswa berkebutuhan khusus berhasil terbangun sehingga mereka dapat belajar dengan nyaman bersama rekan sebaya di sekolah reguler.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....