Ikatan Perempuan Wambon Juara Satu Karnaval Tingkat Umum

  • 22 Agt 2026 20:56 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Ikatan Perempuan Wambon (IPW) berhasil meraih juara satu dalam karnaval tingkat umum yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketua Ikatan Perempuan Wambon Boven Digoel, Evelince Amotey, S.P.T., M.A.P., menyampaikan rasa haru, bangga, dan syukur atas prestasi tersebut. Menurutnya, kemenangan itu tidak terlepas dari kerja keras, kebersamaan, serta dukungan seluruh anggota IPW.

Ia mengatakan, kemenangan tersebut bukan hanya milik Ikatan Perempuan Wambon, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh perempuan Wambon di Boven Digoel, termasuk mama-mama di kampung serta masyarakat di Tanah Boven Digoel.

"Kemenangan ini bukan hanya untuk Ikatan Perempuan Wambon, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh perempuan Wambon Boven Digoel, mama-mama di kampung, dan untuk Tanah Boven Digoel. Ini bukti nyata bahwa kita ada karena kita bersatu," ujar Evelince.

Ketua IPW menjelaskan, terdapat tiga kekuatan utama yang menjadi keunikan penampilan IPW dalam karnaval tersebut.

Pertama, IPW menampilkan keaslian budaya melalui busana adat, noken, suling, serta tarian yang menggambarkan kehidupan mama-mama di kebun, dusun, dan sungai.

Kedua, semangat kebersamaan yang melibatkan ibu-ibu dan anak-anak dalam menyiapkan makanan khas daerah untuk kemudian diserahkan kepada pemerintah sebagai simbol budaya.

Sementara itu, kekuatan ketiga adalah kerja nyata yang menjadi bagian dari moto Ikatan Perempuan Wambon, "Alek Umia­te Tomote Kewon", yang dimaknai sebagai semangat untuk bekerja secara langsung dan menjadi eksekutor.

Ke depan, IPW berharap kemenangan tersebut menjadi titik awal untuk semakin memperkuat pelestarian budaya Wambon, terutama dengan melibatkan generasi muda.

Ketua IPW menyebutkan, pihaknya akan mendorong kerja sama dengan sanggar-sanggar mama-mama Wambon untuk membuka pembelajaran bahasa daerah, tarian adat, kerajinan, serta pengenalan budaya kepada anak-anak muda.

Ia juga mengajak generasi muda Wambon untuk bangga terhadap identitas budaya dan tidak malu menggunakan noken, menampilkan tarian adat, maupun menggunakan bahasa Wambon.

"Piala ini menjadi titik awal, bukan akhir. Kami ingin anak-anak muda Wambon bangga dengan budayanya. Kalau bukan kita yang jaga, siapa lagi? Kalau bukan dari sekarang, kapan lagi?" tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....