Hari Masyarakat Adat Sedunia, BMP Boven Digoel Dorong Pelestarian Budaya
- 09 Agt 2026 19:35 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel – Dewan Pimpinan Cabang Barisan Merah Putih (DPC BMP) Kabupaten Boven Digoel, memperingati Hari Masyarakat Adat Sedunia Tahun 2026. Ini dengan mengangkat tema “Masyarakat Adat dalam Bingkai Kebangsaan”.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Meranti Tanah Merah. Sekitar 100 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah, lembaga adat, organisasi masyarakat serta perwakilan masyarakat adat dari sejumlah wilayah di Kabupaten Boven Digoel, hadir dalam kegiatan dimaksud.
Ketua DPC BMP Boven Digoel, Kristian Kamim, mengatakan peringatan tersebut menjadi momentum bagi lembaga adat bersama masyarakat, untuk memperkuat kerja sama dalam menjaga budaya sekaligus mendukung pembangunan daerah.
“Hari ini kita memperingati Hari Adat Sedunia yang telah ditetapkan pada tanggal 9 Agustus. Oleh karena itu, lembaga adat bersama masyarakat diharapkan dapat bekerja sama dalam membangun negeri ini,” ujar Kristian Kamim, Minggu 9 Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi mengenai masyarakat adat yang disampaikan Kepala Bidang Politik Kesbangpol Boven Digoel, Jefri Bukursyom. Jefri menjelaskan, masyarakat adat di Kabupaten Boven Digoel terdiri dari lima suku besar dan dua sub-suku.
Keragaman tersebut menjadi bagian dari kekayaan sosial dan budaya daerah yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Menurutnya, pemahaman mengenai masyarakat adat mencakup sejarah dan identitas, tradisi dan pengetahuan, serta sistem sosial budaya dan hubungan masyarakat dengan alam.
Pelestarian budaya dapat dilakukan dengan menjaga bahasa daerah, kesenian tradisional, tradisi dan upacara adat, termasuk mempertahankan pengetahuan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.
Dalam konteks pembangunan daerah, pelestarian budaya dinilai tidak harus bertentangan dengan kemajuan. Sebaliknya, budaya dan kearifan lokal masyarakat adat dapat menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan yang sesuai dengan karakter daerah.
Peringatan Hari Masyarakat Adat Sedunia tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat dari berbagai wilayah adat di Boven Digoel, di antaranya Mandobo, Auyu, Muyu, Kombay, Koroway dan Wanggom.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....