Pantauan Titik Panas di Wilayah Kabupaten Boven Digoel 5 Agustus 2026

  • 05 Agt 2026 07:34 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tanah Merah mengeluarkan peringatan dini terkait pantauan titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Boven Digoel untuk periode 4 hingga 5 Agustus 2026.

Berdasarkan informasi resmi dari BMKG, pemantauan titik panas dilakukan menggunakan sensor satelit polar VIIRS dan MODIS pada satelit NOAA20, S-NPP, TERRA, dan AQUA. Satelit-satelit ini mendeteksi anomali suhu panas di permukaan bumi yang mengindikasikan potensi kebakaran hutan dan lahan.

Observasi dilakukan pada siang dan malam hari. Perlu diketahui, deteksi titik panas tidak dapat dilakukan pada wilayah yang tertutup awan atau berada di blank zone. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tanah Merah, Tiar Novan Haidar, S.Tr, menyampaikan bahwa data titik panas ini penting untuk memberikan gambaran lokasi wilayah yang mengalami kebakaran hutan.

Menurutnya, kondisi ini perlu diwaspadai mengingat Kabupaten Boven Digoel saat ini tengah memasuki puncak musim kemarau. Data BMKG sebelumnya mencatat beberapa wilayah di Boven Digoel telah mengalami hari tanpa hujan dengan kategori panjang, yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.

"Kami mengimbau masyarakat dan instansi pemerintah berwenang untuk selalu waspada dan siaga mengantisipasi dampak kerugian dari sebaran titik panas yang terpantau," ujar Tiar dalam keterangannya.

Berikut data Hotspot yang terpantau di Kabupaten Boven Digoel periode pemantauan satelit pendeteksi keterangannya sebagai berikut:

Pada tanggal 4 Agustus 2026 Pukul 02.00 hingga tanggal 5 Agustus 2026 pada Pukul 01.00 WIT NOAA20, S-NPP, TERRA, AQUA (Sensor VIIRS & MODIS) Deteksi anomali suhu panas; tidak terdeteksi jika tertutup awan atau blank zone.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan jika menemukan kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Informasi terkini terkait titik panas dan prakiraan cuaca dapat dipantau secara berkala melalui kanal resmi BMKG setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....